SANGATTA – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur (Kutim) telah menjalankan program internet desa di 150 desa. Cakupannya termasuk desa persiapan dan seluruh kecamatan di Kutim, dan program itu akan dilanjutkan tahun depan.
‎
‎Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian Diskominfo Staper Kutim, M. Ihsan Hafid, menjelaskan program tersebut menjadi bagian dari tugas utama bidangnya, yakni menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan informasi, termasuk internet dan jaringan.
‎
‎“Untuk penyediaan infrastruktur jaringan internet, sekarang kami sudah menjalankan internet desa di 150 desa, termasuk desa persiapan dan semua kecamatan yang ada di Kutai Timur,” ujar Ihsan belum lama ini.
‎
‎Menurutnya, program itu sudah berjalan sejak tahun lalu dan terus berlanjut hingga kini. Layanan internet juga menjangkau unit pelaksana teknis (UPT) di Kutim.
‎
‎Meski begitu, Ihsan mengakui belum semua titik dapat dicakup. Penyebabnya adalah efisiensi anggaran yang terjadi sebelumnya.
‎
‎“Belum semuanya bisa kami cover karena seiring adanya efisiensi anggaran kemarin, kami bisa jalan di pergeseran 2026, itu di bulan Juli,” jelasnya.
‎
‎Untuk tahun depan, Diskominfo Staper berencana melanjutkan internet desa dan kecamatan sekaligus menambah UPT yang mendapat layanan internet. Langkah itu dilakukan karena ada indikator yang harus dipenuhi oleh daerah.
‎
‎“Insyaallah tahun depan kami lanjutkan program internet desa dan kecamatan, serta menambah UPT-UPT layanan internet,” katanya.
‎
‎Ihsan juga menegaskan pembagian peran soal sinyal telekomunikasi. Urusan sinyal ditangani penyedia layanan, sedangkan dinasnya hanya memberi rekomendasi.
‎
‎“Kami sebagai penghubung saja ke provider telekomunikasi yang ada di Kutai Timur,” tuturnya.
‎
‎Dengan program yang terus berlanjut, Diskominfo Staper berharap jangkauan internet di desa-desa Kutim dapat semakin merata. (adv/fan).

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *