‎Kutai Timur, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur mengimbau seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Imbauan ini disampaikan menyusul masih tingginya potensi karhutla akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
‎
‎Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian karhutla tidak terus berulang di berbagai wilayah Kutai Timur.
‎
‎”Kami dari BPBD beserta dengan tim yang lain juga mengharapkan adanya partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat sehingga kejadian karhutla ini tidak berulang,” ujarnya saat ditemui di kantor BPBD belum lama ini.
‎
‎Ia menyebut salah satu langkah pencegahan yang paling mendasar adalah tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kebiasaan tersebut kerap menjadi pemicu utama meluasnya titik kebakaran di sejumlah wilayah. Selain itu, Naim juga mengimbau warga yang merokok untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dalam kondisi masih menyala.
‎
‎”Kami menghimbau kepada saudara-saudara kita, seluruh warga, khususnya bapak-bapak, umumnya kita semua yang merokok untuk tidak membuang puntungnya sembarang dalam posisi masih nyala,” katanya.
‎
‎Naim menjelaskan, kondisi kemarau yang parah dan berkepanjangan membuat lahan menjadi sangat mudah terbakar, sehingga puntung rokok yang dibuang sembarangan berpotensi memicu kebakaran baru jika mengenai area yang kering.
‎
‎Ia turut menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak, khususnya terkait penggunaan benda-benda yang berpotensi menimbulkan api.
‎
‎”Jangan sampai lepas dari pengawasan orang tua, orang tua tidak mau tahu bahwa mereka main korek,” ungkapnya.
‎
‎Naim mencontohkan kejadian karhutla di Sangatta Selatan yang bermula dari aktivitas anak-anak yang membakar sarang tawon, hingga menyebabkan api yang mereka pegang terjatuh dan memicu kebakaran lahan di sekitarnya.
‎
‎Ia berharap, meski masyarakat tidak dilibatkan langsung dalam proses pemadaman, partisipasi melalui kepatuhan terhadap imbauan tersebut dapat membantu meringankan tingkat kejadian karhutla di Kutai Timur ke depannya. (adv/fan)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *