Kutai Timur, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur memastikan ketersediaan peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat kecamatan dalam kondisi memadai. Hal ini didukung penyaluran peralatan kebencanaan yang telah dilakukan secara bertahap sejak 2019 melalui Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR).
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan penanganan karhutla di kecamatan turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari PMI, Polri, hingga relawan yang secara sukarela ikut terlibat dalam proses pemadaman.
”Kalau laporan kami itu alhamdulillah 18 kecamatan sudah mendirikan posko dari bulan Agustus sampai sekarang, alhamdulillah teman-teman di kecamatan juga luar biasa dalam penanganannya,” ujar Naim.
Ia mengakui data jumlah personel penanganan karhutla di masing-masing kecamatan belum seluruhnya diterima pihaknya, mengingat jumlah personel antar-kecamatan tidak merata, dengan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan disebut memiliki jumlah personel relatif lebih banyak dibanding kecamatan lain.
”Kalau personil kami belum terima update-nya dari setiap kecamatan, namun kami pastikan bahwa memang insyaallah setiap kecamatan menyediakan posko untuk penanganan kebakaran,” katanya.
Naim memastikan dari sisi peralatan, kondisi di lapangan sudah cukup memadai, terlebih dengan adanya dukungan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah kecamatan masing-masing.
”Kalau peralatan insyaallah memadai, apalagi kalau keterlibatan perusahaan-perusahaan yang ada di kecamatan insyaallah lebih memadai,”jelasnya.
Ia menambahkan, sejak tahun 2019 hingga berakhirnya alokasi pada 2024, BPBD Kutim telah mendistribusikan berbagai peralatan kebencanaan terkait karhutla ke hampir seluruh kecamatan melalui dana DBH-DR. Peralatan yang disalurkan antara lain kendaraan roda empat dan roda dua, unit water supply, serta jet fire yang digunakan langsung dalam proses penanganan karhutla di lapangan. (adv/fan).

