[20:30, 08/10/2026] NADNAD 6718: SAMARINDA – Inovasi SIGAP Koperasi milik Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur terus dikembangkan. Sistem ini tidak hanya diarahkan sebagai pusat informasi koperasi, tetapi juga diproyeksikan menjadi instrumen pemantauan kondisi koperasi sekaligus layanan publik berbasis digital.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari Inovasi Kreativitas Pelayanan Perangkat Daerah (PEPES IKAN PEDA) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur Tahun 2026, yang berlangsung di Kantor Balitbangda Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, Kamis (8/10/2026).
Dalam pengembangannya, BRIDA Kutai Timur berperan sebagai fasilitator dan pendamping inovasi. Sementara kebutuhan teknis serta pengembangan sistem dikerjakan oleh tim ahli aplikasi bersama Diskop UKM sebagai pemilik inovasi.
Tim pengembang kini memperluas fitur SIGAP Koperasi agar data yang ditampilkan semakin lengkap. Jika sebelumnya aplikasi lebih banyak menyajikan data dasar dan titik koordinat koperasi, ke depan setiap koperasi dapat memiliki informasi yang lebih detail.


“Yang kita kembangkan lebih kepada penambahan fitur. Misalnya ketika membuka satu koperasi, datanya bisa lebih detail, mulai dari jumlah anggota, jenis kelamin, hingga informasi lainnya. Jadi data koperasi benar-benar bisa terdata dalam satu aplikasi,” ujar tim ahli aplikasi SIGAP Koperasi.
SIGAP Koperasi juga disiapkan untuk membantu pemerintah memantau kondisi koperasi di Kutai Timur. Data dalam sistem nantinya dapat menjadi database sekaligus filter untuk melihat koperasi yang aktif, kondisi kesehatan koperasi, hingga koperasi yang membutuhkan perhatian dan pembinaan lebih lanjut.
Tak hanya untuk kebutuhan pemerintah, pengembangan juga menyasar masyarakat. Sejumlah fitur seperti pengaduan, pendaftaran, permintaan informasi, hingga akses informasi sebaran koperasi terus dioptimalkan.
Bahkan, pengembang menyiapkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dan chatbot agar masyarakat dapat memperoleh informasi koperasi secara lebih cepat dan mudah.
“Jadi aplikasi ini bukan hanya untuk Diskop. Masyarakat umum juga bisa mengaksesnya untuk melihat sebaran koperasi, jumlah koperasi dan informasi lainnya yang ada di Kutai Timur,” jelasnya.
Peneliti Ahli Pertama BRIDA Kutai Timur, Bagus Rai Wibowo, mengatakan BRIDA memastikan inovasi daerah tidak berhenti sebatas aplikasi atau program yang selesai dibuat. Menurutnya, inovasi harus terus dikembangkan dan memiliki keberlanjutan.
“BRIDA sebagai fasilitator inovasi di Kabupaten Kutai Timur. Setiap inovasi mendapatkan pendampingan agar arahnya terarah. Kami mendampingi dan memberikan masukan kepada inovator, sedangkan tim ahli yang mengembangkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan inovator,” kata Bagus.
SIGAP Koperasi juga dipersiapkan untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Selain mengikuti penilaian inovasi daerah, inovasi tersebut telah didaftarkan dalam Innovative Government Award (IGA) tingkat nasional.
Pengembangan berikutnya bahkan diarahkan pada integrasi dengan sistem data kementerian. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi proses administrasi manual, terutama dalam pembaruan data, pelaporan kondisi koperasi hingga pengusulan koperasi yang sudah tidak aktif.
Dengan sistem yang terintegrasi, data koperasi dari Kutai Timur diharapkan dapat diperbarui secara lebih efektif dan menjadi bagian dari basis data pada tingkat yang lebih tinggi.
Bagi BRIDA Kutai Timur, target SIGAP Koperasi bukan sekadar memenangkan kompetisi inovasi. Yang lebih penting adalah memastikan aplikasi tersebut tetap digunakan, berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi pemerintah maupun masyarakat.
Kolaborasi Diskop UKM sebagai pemilik inovasi, BRIDA sebagai fasilitator, serta tim ahli sebagai pengembang teknologi menjadi kekuatan untuk membawa SIGAP Koperasi semakin matang dan membuka peluang Kutai Timur bersaing di tingkat nasional.

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *