(Herman prayudi Kepala BPJS Kutai Timur )

KUTAI TIMUR — Layanan cuci darah atau hemodialisis bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Timur dipastikan telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Selain itu, kapasitas pelayanan yang tersedia saat ini masih mencukupi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kepala BPJS Kesehatan Kutai Timur, Herman Prayudi, menyampaikan bahwa layanan hemodialisis saat ini telah tersedia di dua rumah sakit, yakni RSUD Kudungga dan RS Meloy. Kedua fasilitas tersebut telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan dinyatakan memenuhi standar pelayanan.

“Cuci darah ditanggung dengan BPJS. Saat ini pelayanannya sudah tersedia di dua rumah sakit yakni RSUD Kudungga dan RS Meloy Sangatta dan semuanya sudah sesuai standarisasi serta bisa menerima pasien JKN,” ujar Herman.

(mesin Hemodialisis)

Ia menjelaskan, hingga triwulan pertama tahun 2026, kapasitas layanan masih tergolong aman. Bahkan, masih terdapat slot pelayanan yang bisa dimanfaatkan oleh pasien.

“Untuk saat ini masih ada slot. Di beberapa jadwal masih tersedia sekitar 6 pasien per hari, bahkan di rumah sakit lain bisa sampai 10 pasien,” jelasnya.

Herman juga mendorong masyarakat Kutai Timur yang selama ini menjalani cuci darah di luar daerah agar dapat kembali memanfaatkan layanan di wilayah sendiri, khususnya di Sangatta. Menurutnya, fasilitas yang tersedia saat ini sudah memadai dan siap melayani pasien.

Selain layanan medis, pemerintah daerah juga menyediakan fasilitas pendukung berupa rumah singgah bagi pasien hemodialisis yang berasal dari wilayah jauh. Fasilitas ini bertujuan untuk memudahkan pasien dalam mengakses layanan tanpa harus terkendala jarak.

“Pasien yang tempat tinggalnya jauh bisa datang sehari sebelum tindakan dan menginap di rumah singgah. Setelah cuci darah, mereka juga bisa beristirahat sebelum kembali pulang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Herman menyebutkan bahwa jumlah pasien hemodialisis di Kutai Timur hingga awal 2026 masih relatif stabil dan belum mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Selain metode hemodialisis menggunakan mesin di rumah sakit, BPJS Kesehatan juga menanggung layanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), yakni metode dialisis mandiri yang dapat dilakukan di rumah. Peralatan untuk layanan tersebut disalurkan langsung oleh rumah sakit kepada pasien.

Dengan adanya jaminan pembiayaan dari BPJS Kesehatan serta dukungan fasilitas yang tersedia, diharapkan masyarakat Kutai Timur dapat lebih mudah mengakses layanan cuci darah tanpa harus keluar daerah.(Nad)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *