Kutai Timur — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 bersama para pemangku kepentingan dan pihak terkait pada 1 April 2026.
Kegiatan yang dipimpin Ketua KPU Kutai Timur, Siti Akhlis Muafin, tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran KPU, Bawaslu, TNI-Polri, instansi pemerintah daerah, hingga perwakilan masyarakat dan media.
Dalam sambutannya, Siti Akhlis Muafin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanat regulasi sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2025, yang mewajibkan KPU kabupaten/kota melakukan koordinasi untuk memperoleh masukan dalam pemutakhiran data pemilih.
Ia menjelaskan bahwa pemutakhiran data pemilih dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun 2025 dan terus dilanjutkan pada 2026, termasuk pada triwulan pertama ini. Menurutnya, meskipun saat ini belum memasuki tahapan pemilu, KPU tetap memiliki kewajiban teknis untuk memastikan data pemilih selalu mutakhir.
“Pemutakhiran data pemilih ini merupakan kerja berkelanjutan yang harus terus dilakukan agar data yang kita miliki benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Siti juga mengungkapkan bahwa sebelum pelaksanaan pleno triwulan, KPU Kutai Timur telah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas, khususnya di wilayah Sangata Utara dan Sangata Selatan. Proses tersebut turut melibatkan pengawasan dari Bawaslu serta dukungan perangkat wilayah seperti RT.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam proses pemutakhiran data. Melalui rakor ini, KPU berharap memperoleh berbagai masukan dari stakeholder, seperti Disdukcapil, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan, guna menyempurnakan data pemilih.
“Forum ini menjadi ruang bagi kami untuk menerima masukan dan arahan dari seluruh pihak, sehingga data pemilih di Kutai Timur benar-benar valid dan mutakhir,” tambahnya.
Rakor ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilanjutkan dengan pleno penetapan hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, KPU Kutai Timur optimistis kualitas data pemilih akan semakin baik sebagai dasar penyelenggaraan pemilu yang transparan dan akuntabel di masa mendatang.(Mei)
