Kutai Timur – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutai Timur mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Regenerasi atlet menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar yang kini menjadi fokus utama kepengurusan.
Ketua FAJI Kutai Timur, Pandi Widiarto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengikuti ajang BIKUP dan berhasil lolos. Hasil tersebut menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi menuju kompetisi yang lebih besar.
“Alhamdulillah kemarin kita sudah mengikuti BIKUP dan lolos. PR besar kami sekarang adalah menyiapkan regenerasi atlet. Kami sudah merapatkan rencana untuk mendatangkan pelatih profesional dari Bandung,” ujar Pandi.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas atlet lokal agar mampu bersaing di level provinsi bahkan nasional.
“Ini langkah konkret kami untuk menyiapkan atlet-atlet lokal menjadi yang terbaik untuk Kutai Timur. Di Porprov 2026 nanti, kami ingin tetap menyumbangkan medali,” tegasnya.
Meski komposisi akhir atlet masih dalam tahap pemantauan, FAJI Kutai Timur tetap memasang target tinggi.
“Targetnya tentu emas. Tapi kami masih melihat komposisi atlet yang akan dikirim. Yang jelas, kami akan menurunkan atlet-atlet terbaik,” tambahnya.
Saat ini sekitar 15 atlet dipersiapkan untuk turun di nomor R2 dan R4.
Selain fokus pada pembinaan atlet, FAJI Kutai Timur juga memastikan faktor keselamatan dalam latihan tetap menjadi prioritas utama. Latihan dipusatkan di wilayah Kutai Timur, termasuk Sangatta, dengan standar keamanan yang ketat.
“Selama ini alhamdulillah aman. Karena arung jeram bermain di arus deras, jadi safety menjadi perhatian utama,” jelas Pandi.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu lokasi arung jeram di Kutai Timur telah mendapat apresiasi dari tim sertifikasi nasional.
“Kami sudah mengadakan pelatihan dan mendatangkan sertifikasi nasional. Mereka menyatakan lokasi ini sangat layak menjadi tempat arung jeram berstandar nasional,” katanya.
Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai potensi bahaya binatang buas di sungai, Pandi memastikan kondisi tetap aman.
“Aman, sangat aman. Kami terus menjaga keselamatan atlet maupun pengunjung,” tegasnya.
Dengan pembinaan yang terus dimatangkan dan dukungan berbagai pihak, FAJI Kutai Timur optimistis mampu tampil maksimal dan merebut medali emas pada Porprov 2026 mendatang.(Nad)
