Sangatta Selatan – Banjir yang terjadi di Kecamatan Sangatta Selatan berdampak pada tiga wilayah, yakni Desa Sangatta Selatan, Kelurahan Singa Geweh, dan Desa Persiapan Pinang Raya. Dampak banjir tersebut dilaporkan tersebar di 26 RT.
Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi, mengatakan pemerintah setempat bersama unsur terkait telah melakukan pendataan langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi warga terdampak.
“Kemarin secara bersama-sama melakukan identifikasi ke lapangan terkait dampak, identifikasi warga yang terkena dampak,” kata Dewi.
Selain pendataan, pihak kecamatan juga melakukan patroli selama dua hari untuk memantau kondisi di sejumlah titik banjir.
“Kita patroli selama dua hari dari tanggal 5 malam sampai dengan tanggal 6 pagi. Kemudian kita minta desa untuk selalu update terkait laporan RT dan warga yang terkena bencana alam,” ujarnya.
Dewi menyampaikan, pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi bahaya saat banjir, termasuk kemungkinan munculnya binatang buas.
“Yang pasti itu kita selalu ingatkan,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah juga menawarkan evakuasi bagi warga yang membutuhkan. Namun, evakuasi hanya dilakukan di wilayah Pinang Raya.
“Itu khususnya hanya di Pinang Raya. Untuk Selatan dan Singa Geweh ini tidak ada evakuasi karena secara umum rumah masih bisa ditempati,” jelas Dewi.
Dalam patroli, pihak kecamatan bersama BPBD juga mengingatkan anak-anak agar tidak berenang di lokasi yang dinilai rawan.
“Pada saat ada anak-anak yang bermain air atau berenang di tempat yang memang agak rawan, kita harus langsung ingatkan,” ucapnya.
Terkait bantuan, Dewi menyebut bantuan logistik telah disalurkan dari Baznas, berupa paket kebutuhan pokok dan perlengkapan bayi.
“Ada beras, telur, Indomie, kemudian ada pampers,” katanya.
Menurutnya, bantuan pampers diberikan karena berdasarkan hasil identifikasi terdapat sekitar 10 bayi di wilayah Singa Gewe, khususnya daerah Tanjung.
“Di daerah Singa Gewe khusus wilayah Tanjung itu ada bayi kurang lebih 10 orang dari hasil identifikasi kami,” ujarnya.
Dewi berharap penyaluran bantuan ke depan dapat dilakukan lebih cepat, terutama saat bencana masih terjadi.
“Harapannya respon kita bisa jadi lebih cepat lagi terkait bantuan, karena harusnya bantuan diterima warga pada saat kejadian, bukan pasca banjir,” tutupnya.(Mei)
