KUTAI TIMUR — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur mulai mengaktifkan program Sekolah Lansia yang perdana digelar dengan lokus Kecamatan Sangatta Utara. Pada tahap awal, program ini menargetkan 200 peserta, dan hingga saat ini sudah terdata sekitar 81 lansia yang mendaftar.
Kepala Dinas DPPKB Kutai Timur, Achmad Junaidi, mengatakan rekrutmen peserta telah dibuka dan berjalan di wilayah Sangatta Utara. “Sekarang sudah mulai rekrutmen pendaftaran. Dari target 200, yang masuk kurang lebih 81 orang lansia,” ujarnya.
Achmad menjelaskan, pelaksanaan sekolah tidak terpusat pada satu lokasi. Sistem pembelajaran akan diselenggarakan di masing-masing desa dengan memanfaatkan fasilitas setempat seperti balai desa maupun masjid, agar lebih mudah diakses para peserta. Sementara itu, kegiatan tertentu yang bersifat besar akan dipusatkan di gedung serbaguna, salah satunya untuk kegiatan launching.
“Kegiatan edukasinya nanti di masing-masing desa. Tapi ada kegiatan yang sifatnya kita lakukan di gedung serbaguna seperti launching,” kata Achmad. Ia menambahkan, pihaknya juga merencanakan peluncuran program setelah rapat koordinasi bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN), dengan agenda menghadirkan pimpinan LAN RI.
Terkait konsep pembelajaran, Achmad menyebut Sekolah Lansia memiliki tiga jenjang yang disebut Standar 1, Standar 2, dan Standar 3. Setiap jenjang disertai proses uji screening dan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari penguatan kesiapan peserta.
Menurut Achmad, program ini dirancang untuk mendorong lansia agar tetap berdaya dan produktif. “Harapannya, lansia yang kita sekolahkan menjadi berdaya, menjadi lansia yang produktif,” ujarnya.
Untuk kegiatan belajar, Sekolah Lansia tidak menerapkan pola sekolah formal harian. Dalam satu tahun, peserta dijadwalkan mengikuti 12 kali pertemuan atau rata-rata sekali dalam sebulan, yang kemudian ditutup dengan wisuda lansia.
Materi kegiatan mencakup aspek kebugaran, kesehatan, dan penguatan mental-spiritual. Di antaranya kegiatan kerohanian, senam lansia, hingga pemeriksaan kesehatan rutin, seperti pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan pemeriksaan lain yang diperlukan. Jika hasil pemeriksaan memerlukan tindak lanjut, peserta akan mendapatkan rekomendasi rujukan. DPPKB juga mendorong peserta memiliki BPJS Kesehatan untuk menunjang kebutuhan layanan kesehatan.
Pendampingan program akan melibatkan tenaga ahli lintas bidang dari fasilitas kesehatan, mulai dari spesialis ortopedi, dokter gigi dan mulut, pakar gizi, hingga psikolog dan psikiater.
Adapun sasaran usia peserta diprioritaskan 60 tahun ke atas. Meski demikian, Achmad menyebut antusiasme pendaftar cukup tinggi, termasuk adanya pendaftar berusia sekitar 90 tahun.
Dengan pembukaan pendaftaran yang masih berjalan, DPPKB Kutai Timur mengimbau keluarga dan lingkungan sekitar untuk mendukung lansia mengikuti program ini agar para peserta tetap sehat, aktif, dan memiliki ruang belajar yang menyenangkan di usia lanjut.(Nad)
