Kutai Timur – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur, Rudi Hartono, mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Karate Intern Kabupaten Kutai Timur II yang diselenggarakan oleh Pengurus FORKI Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini dinilai sangat penting sebagai sarana pembinaan dan pengembangan atlet, khususnya bagi atlet usia dini.
Rudi Hartono menyampaikan bahwa kejuaraan seperti ini menjadi wadah yang sangat dibutuhkan atlet untuk mengasah kemampuan bertanding. Menurutnya, latihan saja tidak cukup tanpa adanya kompetisi, karena mental bertanding atlet tidak akan teruji.
“Seorang atlet bisa berprestasi jika memiliki fisik yang baik, teknik yang matang, dan mental yang kuat. Mental itu tidak bisa didapat hanya dari latihan, tetapi harus melalui pertandingan. Dengan adanya event ini, atlet bisa merasakan langsung aura tanding,” ujarnya.
Ia menambahkan, kejuaraan ini juga membantu para pelatih untuk mengevaluasi kemampuan atlet, baik dari segi teknik, fisik, maupun mental. Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat dijadikan dasar untuk meningkatkan kualitas latihan ke depan.
Rudi Hartono berharap melalui kegiatan ini akan lahir lebih banyak atlet berbakat asal Kutai Timur yang mampu berprestasi di tingkat regional hingga nasional. “Insyaallah, mereka inilah yang ke depan bisa membanggakan orang tua, guru, dan daerah,” katanya.
Terkait persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Rudi Hartono menjelaskan bahwa seluruh cabang olahraga di Kutai Timur telah mengikuti Pra Porprov. Dari 63 cabang olahraga yang melaksanakan Pra Porprov, Kutai Timur sementara berada di peringkat keempat.
“Target kita tiga besar. Masih ada waktu sekitar 10 bulan untuk meningkatkan persiapan, baik melalui training center (TC) mandiri, TC tersentralisasi, maupun dengan mengikuti event-event uji tanding,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah atlet yang diperkirakan akan mengikuti Porprov berkisar antara 700 hingga 800 atlet dari 64 cabang olahraga. Namun, keberangkatan atlet nantinya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Jika anggaran terbatas, maka kita akan fokus memberangkatkan atlet yang berada di zona medali, baik emas, perak, maupun perunggu,” tambahnya.
Rudi Hartono menegaskan bahwa KONI Kutai Timur tetap memberikan dukungan pembinaan kepada seluruh cabang olahraga tanpa membeda-bedakan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungan anggaran yang diberikan untuk pembinaan olahraga di Kutai Timur.
“Harapan kita ke depan, sesuai target pada Porprov nanti, Kutai Timur bisa meraih prestasi dan masuk tiga besar,” tutupnya.(IB)
