Kutai Timur – Gua Lubang Angin di Kecamatan Teluk Pandan merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman menjelajahi keindahan kawasan karst di Kabupaten Kutai Timur. Berada di kawasan Resort Teluk Pandan, Taman Nasional Kutai (TNK), gua ini menyuguhkan pesona geologi yang unik sekaligus menjadi lokasi yang potensial untuk pengembangan ekowisata dan pendidikan konservasi.
Untuk mencapai Gua Lubang Angin, pengunjung harus berjalan kaki selama kurang lebih 1–2 jam dari Jalan Poros Bontang–Sangatta. Jalur menuju lokasi melewati medan yang relatif landai hingga berbukit, memberikan pengalaman tersendiri bagi pecinta wisata alam dan petualangan.

Sesuai namanya, Gua Lubang Angin memiliki tujuh lubang muara yang terbentuk akibat proses runtuhan alami. Keberadaan lubang-lubang tersebut memungkinkan sirkulasi udara berlangsung dengan baik sehingga menghadirkan hembusan angin alami di dalam gua.
Di lorong utama gua, pengunjung dapat menyaksikan stalagmit berukuran besar yang masih aktif tumbuh. Stalagmit tersebut terus mendapatkan tetesan air dari stalaktit yang berada di atasnya, menjadi bukti proses pembentukan gua yang masih berlangsung secara alami. Selain lorong utama yang cukup luas, gua ini juga memiliki sejumlah cabang lorong yang menambah daya tarik untuk dijelajahi.
Salah satu bagian menarik lainnya adalah sebuah aula alami yang menjadi habitat koloni kelelawar. Keberadaan satwa tersebut menunjukkan bahwa ekosistem gua masih terjaga dan memiliki nilai penting sebagai habitat alami berbagai jenis fauna.
Di sekitar Gua Lubang Angin terdapat pula Gua Tengah dan Gua Tungap yang dapat dikunjungi sebagai bagian dari rangkaian wisata alam di kawasan karst Teluk Pandan. Ketiga gua tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata sekaligus sarana edukasi mengenai konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Karena berada di dalam kawasan Taman Nasional Kutai dan jauh dari permukiman, setiap kunjungan ke Gua Lubang Angin perlu memperoleh izin dari pengelola Taman Nasional Kutai. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan konservasi sekaligus memastikan aktivitas wisata berlangsung secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Melalui pengelolaan yang mengedepankan prinsip pelestarian alam, Gua Lubang Angin diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kutai Timur yang memberikan pengalaman wisata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan konservasi.(IB)
