Sangatta – Ketika berbicara tentang kesehatan gigi, kebanyakan orang hanya fokus pada gigi berlubang. Padahal, kesehatan gusi dan jaringan penyangga gigi memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga fungsi dan ketahanan gigi sepanjang hidup.
Di balik upaya menjaga kesehatan gusi masyarakat Kutai Timur, terdapat sosok dr. Ferdinan Pasaribu, Sp.Perio, seorang dokter gigi spesialis periodonsia yang mendedikasikan keilmuannya untuk menangani berbagai penyakit jaringan penyangga gigi.
Periodonsia merupakan cabang spesialis kedokteran gigi yang mempelajari kesehatan gusi, tulang alveolar, dan jaringan pendukung lainnya yang berfungsi menopang gigi. Bidang ini menjadi salah satu layanan penting dalam dunia kedokteran gigi karena banyak kasus kehilangan gigi justru diawali dari penyakit gusi yang tidak ditangani sejak dini.

Dalam praktiknya, dr. Ferdinan banyak menangani pasien dengan keluhan radang gusi atau gingivitis hingga periodontitis yang sudah memasuki tahap kerusakan tulang penyangga gigi.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap karang gigi sebagai masalah ringan. Padahal, penumpukan karang gigi dapat menjadi awal munculnya berbagai gangguan kesehatan mulut yang serius.
“Ketika karang gigi dibiarkan bertahun-tahun, gusi akan mengalami peradangan, kemudian terjadi penurunan gusi dan kerusakan tulang penyangga gigi. Jika sudah sampai pada tahap itu, risiko kehilangan gigi menjadi semakin besar,” jelasnya.
Sebagai spesialis periodonsia, dr. Ferdinan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pencegahan. Ia aktif mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal penyakit gusi seperti gusi berdarah saat menyikat gigi, bau mulut yang menetap, perubahan warna gusi, hingga munculnya rasa nyeri.
Baginya, pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali merupakan investasi kesehatan yang sering kali diabaikan masyarakat.
Selain menangani penyakit gusi, dr. Ferdinan juga mengikuti perkembangan teknologi kedokteran gigi modern, termasuk prosedur implan gigi yang saat ini menjadi solusi bagi pasien yang kehilangan gigi. Ia menjelaskan bahwa implan menggunakan bahan titanium yang bersifat biokompatibel sehingga aman digunakan dan dapat menyatu dengan jaringan tulang.
Di Kutai Timur, layanan yang ditanganinya meliputi perawatan penyakit gusi, bedah gusi, hingga tindakan pembentukan tulang penyangga gigi. Ke depan, ia berharap layanan kesehatan gigi spesialis semakin berkembang sehingga masyarakat tidak perlu keluar daerah untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap.
Tidak hanya fokus pada pelayanan klinis, dr. Ferdinan juga memiliki perhatian besar terhadap edukasi kesehatan gigi di masyarakat. Ia mendukung kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan kelompok masyarakat sebagai langkah membangun kesadaran sejak usia dini.
Baginya, menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal penampilan, tetapi juga kualitas hidup. Sebab, gigi dan gusi yang sehat berpengaruh terhadap kemampuan makan, berbicara, hingga kepercayaan diri seseorang.
Melalui dedikasi dan pengabdiannya di bidang periodonsia, dr. Ferdinan Pasaribu, Sp.Perio terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan gigi yang berkualitas sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan gusi dan jaringan penyangga gigi sebagai fondasi utama senyum yang sehat.(Nad)
