SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendorong generasi muda untuk terlibat dalam sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. Menurutnya, selama ini masih ada anggapan negatif di kalangan pemuda terhadap profesi petani.
Mahyunadi mengatakan persepsi tersebut perlu diubah. Ia menilai sektor perkebunan memiliki potensi ekonomi yang besar dan mampu menjadi peluang usaha bagi generasi muda.Hal tersebut disampaikan pada kegiatan Buka bersama Forum Petani Kelapa Sawit Kutai Timur pada Kamis 5 Maret 2026.
“Pemuda itu memang harus dirangsang. Selama ini di kepala mereka, kalau jadi petani itu identik dengan pekerjaan yang kotor. Padahal tidak seperti itu,” kata Mahyunadi.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah ingin mendorong pemuda tidak hanya menjadi petani, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha perkebunan.
Selain itu, Mahyunadi mengungkapkan pemerintah juga mendorong pengembangan hilirisasi sawit di Kutai Timur. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan pabrik minyak goreng di kawasan Maloy.
“Di Maloy ada rencana investor masuk. Insyaallah akan ada pabrik minyak goreng,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan hilirisasi penting agar nilai tambah dari komoditas sawit dapat dinikmati langsung oleh daerah.
Mahyunadi juga menilai sawit memiliki peran strategis dalam menghadapi kebutuhan energi global di masa depan. Seiring menipisnya cadangan energi fosil, sawit dinilai dapat menjadi salah satu alternatif sumber energi.
“Dunia sekarang tahu bagaimana kebutuhan terhadap sawit. Energi fosil semakin sedikit, sementara kebutuhan terus meningkat. Sawit bisa menjadi salah satu pengganti, bukan hanya untuk minyak goreng tetapi juga bahan bakar,” jelasnya.
Terkait isu penghentian sektor pertambangan, Mahyunadi menegaskan bahwa aktivitas pertambangan tidak serta-merta akan dihentikan selama masih dibutuhkan dan memiliki izin.
“Siapa bilang pertambangan akan dihentikan? Selama dunia masih membutuhkan, tentu tetap berjalan. Hanya saja izin-izinnya ada masa berlaku,” katanya.
Ia menambahkan, perusahaan pertambangan yang izinnya habis nantinya dapat mengajukan perpanjangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mahyunadi berharap berbagai sektor ekonomi di Kutai Timur, termasuk perkebunan dan hilirisasi sawit, dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat daerah.
