KUTAI TIMUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan pada Minggu 7/2/2026. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil patroli lapangan yang dilakukan BPBD bersama tim terkait.
Kepala BPBD Kutai Timur, Sulastin, mengatakan sebelum bantuan disalurkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei dan patroli untuk memastikan lokasi serta jumlah warga terdampak banjir, yang tersebar di beberapa RT dan desa.
“Ini hasil patroli kami kemarin, ada beberapa RT dan desa yang terdampak. Setelah itu kita rapat koordinasi dengan OPD terkait, termasuk TNI dan unsur lainnya, karena semuanya ada SOP dan dasarnya,” ujar Sulastin.
Sulastin menjelaskan, bantuan yang disiapkan BPBD Kutim terdiri dari berbagai kebutuhan pokok. Bantuan ini nantinya diserahkan ke pihak kecamatan untuk didistribusikan secara lebih akurat ke masing-masing RT terdampak.
“Mekanismenya bantuan kita serahkan ke kecamatan, nanti kecamatan yang mengatur distribusinya ke setiap RT. Kita serahkan sampai di kecamatan,” jelasnya.
Adapun bantuan logistik yang disalurkan BPBD Kutim meliputi beras, mie instan, gula pasir, minyak goreng, sarden, teh, susu, kecap, telur, kopi, air mineral, hingga sabun. Selain itu, BPBD Kutim juga menyiapkan tujuh paket perlengkapan balita, mengingat dalam data yang dihimpun terdapat tujuh balita yang terdampak banjir.
“Perlengkapan balita itu seperti pampers dan kebutuhan balita lainnya, karena dari data ada tujuh balita yang terdampak,” katanya.
Dalam penanganan banjir ini, BPBD Kutim juga melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Sulastin menyebut, koordinasi dilakukan melalui rapat dan komunikasi cepat lintas instansi agar penanganan berjalan efektif.
“Kita koordinasi, yang terlibat ada Satpol PP, TNI, kecamatan, dan OPD terkait. Dalam rapat koordinasi itu ada Perkim, PU, Dinas Kesehatan, Kominfo, Dinas Sosial, sesuai fungsi masing-masing,” terangnya.
Selain bantuan dari BPBD, Sulastin menyampaikan bahwa bantuan juga terakomodasi melalui dukungan lintas sektor, seperti dari TNI, Satpol PP, dan Baznas, yang turut berperan dalam mendukung kebutuhan warga terdampak.
Sementara itu, terkait potensi banjir yang masih bisa terjadi, Sulastin mengingatkan bahwa berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG, curah hujan pada Februari hingga Maret masih cukup tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Kita sudah membuat himbauan agar warga selalu waspada, karena cuaca ekstrem tidak menentu. Masyarakat juga diminta menjaga lingkungan, seperti sampah dan drainase. Kalau ada masalah drainase segera dilaporkan, supaya kita bisa kerja sama dengan OPD terkait,” katanya.
Sulastin berharap cuaca ekstrem segera berlalu dan masyarakat dapat meningkatkan mitigasi mandiri dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Harapan kita cuaca ekstrem segera berlalu. Bencana ini bukan hanya tugas BPBD, tapi semua lini harus terlibat bersama. Kita punya relawan, dan koordinasi cepat membuat penanganan bisa berjalan lebih baik,” tutupnya.
