KUTAI TIMUR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur turut terlibat aktif dalam penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sangatta. Kepala Satpol PP Kutai Timur, Fata Hidayat, menyebut pihaknya menjadi bagian dari tim penanganan banjir yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sesuai arahan Bupati.
Fata mengatakan, Satpol PP melakukan penguatan personel di lapangan, khususnya untuk pengamanan serta pengawalan distribusi logistik kepada masyarakat terdampak.
“Yang utama kami membackup tenaga dan jumlah. Secara teknis kami melakukan pengamanan, pengawalan angkutan logistik,” ujar Fata.
Selain itu, Satpol PP juga membantu pendistribusian bantuan sembako dan paket bantuan yang disiapkan oleh BPBD maupun Dinas Sosial. Menurutnya, Satpol PP berperan dalam memastikan logistik tersalurkan dengan baik, sekaligus memberi masukan terkait mitigasi saat dan pasca banjir.
“Karena bagian kami adalah yang di lapangan, maka kami membantu mensuplai semua logistik yang tersedia atau disiapkan oleh BPBD dan Dinas Sosial,” jelasnya.
Terkait koordinasi lintas sektor, Fata menyampaikan bahwa tim penanganan banjir Kutai Timur telah terbentuk dan menjadi wadah komunikasi antarinstansi. Melalui tim tersebut, perkembangan informasi banjir dapat dipantau setiap saat.
“Sudah dibentuk tim penanganan banjir Kabupaten Kutai Timur sesuai arah Pak Bupati. Maka kami ada grup itu, jadi setiap saat semua informasi langsung kami dapat,” katanya.
Adapun wilayah terdampak banjir saat ini cukup luas, terutama di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Di Sangatta Utara, banjir terjadi di beberapa titik seperti kawasan APT dan sepanjang Ponorogo hingga arah Kampung Kajang. Sementara di Sangatta Selatan, genangan dilaporkan terjadi di Km 1 Margorukun dan sekitarnya.
Fata mengakui, salah satu kendala di lapangan adalah distribusi logistik melalui jalur yang terendam banjir. Menurutnya, kendaraan yang tidak cukup tinggi dapat menghambat suplai bantuan.
“Kendalanya kalau membawa logistik melalui jalur banjir. Kalau kendaraan tidak cukup tinggi dan besar, mungkin tidak bisa menyampaikan suplai,” ungkapnya.
Di sisi lain, Fata menanggapi isu yang berkembang mengenai penyebab banjir. Ia menyebut pihaknya belum melakukan investigasi terkait kemungkinan drainase tersumbat sampah. Namun, ia menegaskan adanya peningkatan debit banjir yang cukup drastis, dan isu terkait KPC telah diklarifikasi.
“Sudah diklarifikasi oleh pihak KPC bahwa itu ada kerusakan sedikit dan sudah diperbaiki. Jadi tidak ada hal-hal yang berita hoaks seperti yang tersebar,” tegasnya.
Fata juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena banjir dapat terjadi sewaktu-waktu. Ia meminta warga memantau informasi resmi dan mengawasi anak-anak, mengingat adanya kasus anak tenggelam hingga korban yang disambar buaya.
“Orang tua ekstra hati-hati karena bahaya itu tidak kenal waktu,” ujarnya.
Ia berharap bencana banjir tidak terus berulang, serta mendorong semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi jangka panjang dalam penanganan banjir di Kutai Timur.(Mei)
