Kutai Timur – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sangatta Utara menggelar kegiatan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada Minggu 25 Januari 2026 yang dirangkai dengan penguatan amalan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Fatayat NU dalam merekatkan kembali nilai-nilai keagamaan di kalangan pemuda-pemudi NU.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kutai Timur, Lu’luul Wafiroh, menjelaskan bahwa Fatayat NU merupakan organisasi perempuan muda di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang bergerak tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga sosial dan pendidikan.
“Fatayat NU adalah organisasi perempuan muda NU. Kegiatan kami tidak hanya keagamaan, tetapi juga sosial dan pendidikan. Kami berkhidmat untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Fatayat NU di Kabupaten Kutai Timur telah berdiri kurang lebih 15 tahun dan saat ini telah melalui tiga periode kepengurusan. Saat ini, Fatayat NU Kutai Timur memasuki generasi kepengurusan berikutnya sebagai bentuk kesinambungan kaderisasi organisasi.
Saat ini, Fatayat NU Kutai Timur telah memiliki 11 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang tersebar di seluruh kecamatan. Setiap PAC rata-rata memiliki sekitar 20 anggota aktif, sementara di tingkat PC terdapat sekitar 40 anggota. Secara keseluruhan, jumlah anggota Fatayat NU di Kutai Timur mencapai kurang lebih 260 orang.
Dalam penjelasannya, Lu’luul Wafiroh juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang berdiri secara independen dan tidak berada di bawah naungan partai politik tertentu.
“NU itu berdiri sendiri. Namun, warga NU berkiprah di berbagai bidang, ada yang di politik, ada yang sebagai ASN, dan bidang lainnya. NU menjadi rumah besar tempat kembali seluruh warga NU,” jelasnya.
Melalui kegiatan Isra Mikraj ini, Fatayat NU Kutai Timur mengusung tema “Menguatkan Kembali Amalan Aswaja An-Nahdliyah untuk Pemuda-Pemudi NU”, sebagai ajakan untuk terus mengamalkan nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perempuan muda NU dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.(Nad)
