WAHAU – Kepala UPT Pasar Wahau, Dedi Damhudi, menilai pembangunan Pasar Desa di Desa Wahau Baru memiliki prospek yang baik untuk mendorong perputaran ekonomi warga sekaligus membantu mengurangi kepadatan pengunjung di pasar yang sudah ada, terlebih menjelang Ramadan.
“Bagus sih. Potensinya bagus, prospeknya juga bagus untuk perkembangan. Dan juga bisa meminimalisir kepadatan pengunjung di pasar yang ada,” kata Dedi saat diwawancarai.
Menurut Dedi, kehadiran pasar desa dapat menjadi alternatif transaksi bagi masyarakat sehingga konsentrasi pengunjung tidak menumpuk di satu titik. Ia menyebut, pasar desa tersebut merupakan milik Pemerintah Desa Wahau Baru dan diharapkan dapat berkembang sebagai pusat ekonomi baru di wilayah setempat.
Terkait sumber pembiayaan pembangunan kios, Dedi menjelaskan anggarannya berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang digelontorkan secara bertahap. “Dana desa dari ADD. 2023, 2024,” ujarnya. Ia menambahkan, untuk tahap terakhir pada 2025 disebutkan masih ada tahapan anggaran yang belum sempat dicairkan dan akan diinformasikan lebih lanjut oleh kepala desa.
Di sisi lain, Dedi juga menyinggung dampak efisiensi anggaran terhadap operasional UPT. Ia menyampaikan, pada 2026 alokasi yang diterima UPT Pasar disebut jauh lebih kecil, sehingga banyak kebutuhan belum dapat tercover. “Untuk 2026 cuma dikasih 600 honor HL aja belum bisa tercover semua, operasional kantor, listrik, air, internet cuma bisa tercover untuk beberapa bulan,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mendorong perbaikan dan pengembangan sarana-prasarana pasar di sejumlah titik. Dedi menyebut beberapa rencana penyesuaian dan penambahan fasilitas pasar, serta upaya mengejar optimalisasi retribusi di beberapa lokasi.
Salah satu perhatian besar, kata dia, berada di Desa Karya Bakti. Di wilayah tersebut saat ini terdapat aktivitas pasar tumpah di pinggir jalan, sementara lahan milik yang tersedia berada tidak jauh dari keramaian. “Yang besar ada di Desa Karya Bakti… sekarang lagi ramai di pinggir jalan, pasar tumpah. Itu kebetulan sekitar 50 meter ada lahan kita cari anggaran untuk pembangunan,” ucapnya.
Menatap 2026, Dedi berharap kondisi ekonomi semakin membaik dan pembangunan fasilitas pasar bisa lebih diperkuat karena pasar dinilai menjadi salah satu penopang pendapatan daerah. “Harapan sih mudah-mudahan ekonomi kita lebih baik. Terkait bidang pasar masih banyak kebutuhan.(IB)
