SANGATTA – Isu mengenai super flu yang ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah pemberitaan nasional dipastikan belum ditemukan di Kabupaten Kutai Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menegaskan hingga kini belum menerima laporan resmi terkait adanya kasus penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengikuti perkembangan informasi mengenai super flu. Meski demikian, sampai saat ini belum ada temuan maupun laporan dari fasilitas kesehatan di wilayah Kutim.

“Untuk sementara belum ada laporan. Kalau nantinya ada perkembangan atau laporan resmi terkait super flu, tentu akan segera kami informasikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Walau belum terdeteksi di Kutim, Dinkes tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama bagi warga yang baru melakukan perjalanan dari luar daerah maupun luar negeri.

Secara medis, kata Yuwana, super flu memiliki gejala yang mirip dengan influenza pada umumnya, terutama yang sering muncul saat musim hujan atau perubahan cuaca ekstrem. Namun, tingkat keluhannya bisa lebih berat.

Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius disertai menggigil, batuk kering berkepanjangan, nyeri otot dan sendi, tubuh terasa sangat lemah, sakit tenggorokan, hingga sakit kepala. Pada kasus tertentu, penderita juga bisa mengalami sesak napas atau nyeri di dada.

“Penyakit ini sebenarnya serupa dengan jenis influenza yang pernah muncul sebelumnya, seperti flu Hong Kong sebelum era Covid-19. Karena itu, langkah pencegahannya pun hampir sama,” jelasnya.

Yuwana menegaskan, penggunaan masker masih menjadi langkah sederhana namun efektif, terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi atau yang baru datang dari wilayah lain.

“Masker tetap penting, apalagi bagi mereka yang bepergian jauh atau dari luar negeri. Itu salah satu cara paling mudah mencegah penularan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak buah dan sayur, serta mengonsumsi vitamin dinilai sangat membantu meningkatkan imunitas tubuh.

“Imunitas harus dijaga agar tubuh tidak mudah terserang penyakit,” tambahnya.

Sebagai catatan, super flu diketahui menular melalui udara, sama seperti flu musiman. Penularan dapat terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat, hingga Desember 2025 terdapat 62 kasus super flu di Indonesia. Kasus pertama terdeteksi pada Agustus 2025 dan dilaporkan telah menyebar di beberapa wilayah.(IB)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *