KUTAI TIMUR – Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Timur menggelar program Police Go to School di Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bhuana (YPPSB) Sangatta, Kamis (7/8). Kegiatan ini menjadi salah satu strategi preventif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, yang notabene merupakan kelompok usia produktif dengan tingkat risiko kecelakaan yang cukup tinggi.

Dihadiri langsung oleh Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari siswa, guru, hingga staf yayasan. Dalam paparannya, Kapolres menyoroti pentingnya kesadaran hukum sejak dini, terutama terkait budaya tertib berlalu lintas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk pelajar yang bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sadar hukum dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Budaya tertib lalu lintas harus ditanamkan sejak di bangku sekolah,” jelas AKBP Fauzan Arianto.

Sesi sosialisasi berlangsung interaktif. Pelajar mendapatkan edukasi seputar rambu lalu lintas, pentingnya penggunaan helm dan sabuk pengaman, larangan penggunaan ponsel saat berkendara, hingga potensi fatal dari pelanggaran yang bisa berujung kecelakaan.

Tak berhenti pada materi teori, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi ujian teori SIM. Para pelajar diajak memahami proses pembuatan SIM secara resmi, termasuk mengenal soal-soal ujian yang berkaitan dengan marka jalan dan situasi lalu lintas di lapangan.

Selain itu, digelar pula coaching clinic sebagai bentuk pelatihan singkat berkendara aman. Personel Satlantas mengajarkan teknik dasar menghindari bahaya, termasuk cara memeriksa kendaraan sebelum dipakai dan memahami titik buta (blind spot) saat berkendara.

Sejumlah siswa mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang membuka wawasan mereka. Ardinof, siswa kelas XII IPA, mengungkapkan hal itu secara langsung.

“Saya jadi tahu bagaimana cara membuat SIM dengan benar, dan ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Kita juga diajarkan pentingnya keselamatan, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga orang lain di jalan,” ujarnya.

Pihak sekolah pun menyambut positif inisiatif ini. Direktur YPPSB Sangatta, Endah Wulandari, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Polres Kutim terhadap pembentukan karakter siswa di luar kurikulum sekolah.

“Kegiatan ini sangat positif karena menyentuh langsung kehidupan sehari-hari siswa. Edukasi ini penting, apalagi banyak siswa sudah mulai mengendarai sepeda motor ke sekolah. Harapannya, mereka bisa lebih bertanggung jawab dan memahami risiko jika tidak tertib berlalu lintas,” katanya.

Program Police Go to School ini disebut sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Polres Kutim dalam membangun kesadaran kolektif soal keselamatan berkendara, terutama bagi generasi muda.

Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Haris Meihendra, menyampaikan harapan agar edukasi semacam ini bisa menjadi gerakan bersama.

“Dengan edukasi yang konsisten dan pendekatan yang tepat, kami yakin para pelajar bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Mereka bukan hanya patuh aturan, tapi juga bisa mengingatkan teman atau keluarga untuk lebih berhati-hati di jalan,” tutupnya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian brosur keselamatan berkendara dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi. Ke depan, program serupa dijadwalkan menyasar sekolah-sekolah menengah lainnya di berbagai kecamatan.(IB)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *