Kutai Timur – Keberagaman masyarakat di Kutai Timur menjadi salah satu alasan pentingnya menjaga nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyebut Pancasila tetap relevan sebagai landasan bersama di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.

Menurutnya, perbedaan yang ada di Kutai Timur sejauh ini dapat berjalan berdampingan. Masyarakat memiliki ruang untuk hidup dan beraktivitas dengan tetap menghormati satu sama lain.

Ardiansyah menilai kondisi tersebut perlu dipelihara agar keberagaman tidak berkembang menjadi sumber persoalan. Pemahaman terhadap ideologi bangsa menjadi salah satu bekal untuk menjaga hubungan antarmasyarakat tetap harmonis.

“Justru karena masyarakat kita heterogen, kita harus terus saling menghargai. Sampai sekarang tidak ada peristiwa yang mencekam di Kutai Timur, dan kondisi seperti ini tentu harus kita pertahankan,” ujar Ardiansyah.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan menjaga persatuan kini tidak hanya muncul dari lingkungan sekitar. Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah menerima berbagai informasi dan pandangan dari luar.

Keterbukaan di ruang digital, kata dia, termasuk masuknya berbagai ideologi, harus disikapi dengan pemahaman yang kuat terhadap dasar negara. Kemajuan teknologi tidak menjadi alasan untuk meninggalkan nilai yang selama ini menjadi pemersatu bangsa.

Karena itu, pengenalan dan pembelajaran Pancasila perlu terus diberikan kepada generasi muda. Pelajar menjadi salah satu kelompok yang perlu memahami nilai tersebut sejak dini, namun tanggung jawab menjaga Pancasila tidak hanya berada di lingkungan pendidikan.

“Pancasila harus tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran kita, mulai dari pelajar sampai seluruh anak bangsa. Bukan hanya generasi muda, tetapi kita semua harus memahami dan menjalankannya,” katanya.

Bagi Ardiansyah, keberagaman masyarakat Kutai Timur justru dapat menjadi kekuatan ketika dikelola dengan sikap saling menghormati. Perbedaan latar belakang tidak mengubah tujuan bersama untuk membangun daerah.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober menjadi pengingat agar nilai persatuan tidak sekadar dipahami sebagai bagian dari sejarah. Nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan masyarakat, terlebih ketika perubahan pola hidup dan arus informasi berlangsung semakin cepat.(adv/mei)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *