‎Kutai Timur, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memetakan sedikitnya ada sembilan jenis ancaman bencana alam yang berpotensi melanda wilayah tersebut. Ancaman potensi bencana ini tertuang resmi dalam dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kutai Timur sebagai acuan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat.
‎
‎Kepala BPBD Kutim, Sulastin, menjelaskan bahwa dari sembilan ancaman bencana dalam peta risiko tersebut, musibah kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta banjir menjadi yang paling sering terjadi secara berkala di wilayah Kutai Timur. Pemetaan ini mencakup berbagai jenis potensi bencana hidrometeorologi hingga fenomena alam lainnya.  
‎
‎”Kutai Timur ini kan memiliki sembilan bencana di KRB ya. Banjir, longsor, kekeringan, cuaca ekstrem, gelombang, wabah, pokoknya sembilan. Yang paling sering terjadi kan kekeringan, karhutla ini, terus banjir,” kata Kepala BPBD Kutim Sulastin saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
‎
‎Lebih lanjut, Sulastin menerangkan bahwa siklus bencana di Kutai Timur kerap terjadi secara beruntun akibat perubahan cuaca ekstrem. Setelah melewati ancaman karhutla dan kekeringan, wilayah Kutim umumnya langsung berhadapan dengan bahaya banjir dan tanah longsor ketika memasuki musim penghujan.
‎
‎”Nah, kita waspada sekali banjir ini nanti. Biasanya kan di Desember itu curah hujan lebih tinggi ya, nah itu kita waspadai lagi. Biasanya kan sudah kering, banjir, akhirnya kan terjadi longsor tuh. Nah itu yang perlu kita waspadai,” jelas Sulastin.
‎
‎Guna menghadapi sembilan potensi ancaman bencana tersebut, BPBD Kutim terus mengintensifkan kesiapsiagaan peralatan, distribusi armada evakuasi ke kecamatan, hingga koordinasi lintas instansi teknis dan perusahaan swasta. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak risiko musibah di seluruh wilayah Kutai Timur.(adv/fan)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *