SANGATTA — Pembinaan ratusan koperasi di Kutai Timur (Kutim) kini didorong semakin cepat melalui pemanfaatan teknologi digital. Terobosan itu hadir melalui Sistem Gerak Cepat dan Tepat Koperasi (SIGAP) yang mengantarkan Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Firman Wahyudi, meraih Juara I Lomba Sanga Belida Inovasi 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa (1/9/2026).
SIGAP bukan sekadar aplikasi atau sistem pendataan. Inovasi ini dirancang untuk mempermudah proses pemantauan sekaligus pembinaan koperasi yang tersebar di berbagai wilayah Kutim.
Melalui sistem tersebut, informasi mengenai kondisi koperasi dapat diakses menggunakan barcode maupun tautan melalui telepon seluler. Cara ini memungkinkan pengurus koperasi maupun pihak yang berkepentingan memperoleh informasi tanpa harus selalu datang ke kantor Dinas Koperasi dan UMKM.
Salah satu fitur utama SIGAP adalah sistem klasifikasi kondisi koperasi.
Koperasi dengan warna hijau menunjukkan kondisi aktif. Sementara warna kuning menandakan koperasi yang membutuhkan pembinaan. Adapun warna merah menjadi penanda koperasi yang masuk dalam prioritas penanganan tim satuan tugas.
Klasifikasi itu membuat proses pembinaan menjadi lebih terarah. Petugas dapat melihat koperasi yang membutuhkan perhatian lebih cepat dan menentukan langkah pendampingan sesuai kondisi masing-masing.
Firman menjelaskan, SIGAP dikembangkan sebagai aksi perubahan ketika dirinya mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PIM III). Inovasi tersebut kemudian diterapkan untuk mendukung pelayanan informasi, pengawasan, sekaligus pembinaan koperasi di Kutim.
Jumlah koperasi yang harus dibina bukan sedikit. Saat ini terdapat sekitar 600 koperasi yang menjadi bagian dari ekosistem perkoperasian di Kutai Timur.
Dengan jumlah tersebut, sistem pembinaan secara konvensional tentu membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. SIGAP hadir untuk memangkas proses tersebut melalui pemanfaatan data dan informasi berbasis digital.
Menariknya, inovasi SIGAP turut memperkuat rekam jejak Pemkab Kutim dalam pembinaan koperasi.
Pada periode 2022–2025, Kutim tercatat beberapa kali meraih predikat sebagai pembina koperasi terbaik tingkat Kalimantan Timur. Prestasi itu kemudian berlanjut di tingkat nasional.
Pada 2024, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menerima penghargaan sebagai Pembina Koperasi Andalan tingkat nasional dari Dekopin Pusat.
Komitmen tersebut kembali mendapat apresiasi pada 2026 melalui penghargaan dari Menteri Koperasi.
Kini, inovasi SIGAP menjadi salah satu instrumen yang diharapkan mampu menjaga kualitas pembinaan terhadap ratusan koperasi di Kutim.
Bukan hanya soal digitalisasi, sistem tersebut diarahkan agar pemerintah bisa lebih cepat mengetahui koperasi mana yang sehat, mana yang membutuhkan pendampingan, serta mana yang memerlukan penanganan lebih serius.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan transparan, SIGAP menjadi contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendekatkan pemerintah dengan pelaku koperasi sekaligus membuat proses pembinaan lebih terukur.(IB)
