(Kawasan Prevab menjadi lokasi penelitian dan konservasi yang berperan dalam menjaga keberlangsungan ekosistem serta habitat orangutan Kalimantan)

Kutai Timur – Ingin menikmati keindahan hutan hujan tropis Kalimantan sekaligus melihat orangutan di habitat alaminya? Prevab di kawasan Taman Nasional Kutai menjadi salah satu destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Kutai Timur yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisata.

Destinasi ini dapat diakses melalui Dusun Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara. Perjalanan menuju Prevab diawali dengan menyusuri Sungai Sangatta menggunakan perahu ketinting. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi panorama hutan hujan tropis Kalimantan yang masih alami, menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan sejak awal perjalanan.

Prevab dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk mengamati orangutan morio (Pongo pygmaeus morio) di habitat alaminya. Kawasan ini juga telah menjadi lokasi penelitian dan konservasi selama puluhan tahun, sekaligus menyimpan kekayaan flora dan fauna khas hutan tropis Kalimantan yang masih terjaga kelestariannya.

(Orangutan morio (Pongo pygmaeus morio) menjadi salah satu daya tarik utama Prevab, kawasan yang dikenal sebagai habitat alami sekaligus lokasi konservasi satwa khas Kalimantan)

Keberadaan Prevab menjadikan Desa Swarga Bara dan Dusun Kabo Jaya sebagai pintu gerbang penting dalam pengembangan ekowisata berbasis konservasi di Taman Nasional Kutai. Dengan keindahan alam dan kekayaan keanekaragaman hayati yang dimilikinya, Prevab menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga mengajak pengunjung untuk lebih mengenal dan menghargai pentingnya pelestarian alam.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menjelajahi hutan tropis Kalimantan secara langsung, Prevab menjadi destinasi yang menawarkan perpaduan antara wisata alam, edukasi, dan konservasi dalam satu perjalanan.

(Di tengah rimbunnya hutan Prevab, bangunan peristirahatan hadir sebagai ruang singgah yang menyatu dengan lingkungan alami kawasan konservasi)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *