SANGATTA – Di tengah dinamika harga BBM non-subsidi yang memicu perubahan pola konsumsi masyarakat, jajaran Polsek Sangatta Utara bergerak melakukan monitoring langsung ke sejumlah SPBU di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Sabtu (20/6/2026).
Langkah ini bukan sekadar inspeksi rutin. Aparat kepolisian ingin memastikan rantai distribusi BBM tetap stabil, stok aman, serta tidak terjadi celah praktik penyimpangan seperti pengisian berulang atau pengetapan yang kerap muncul saat terjadi penyesuaian harga bahan bakar.

Sebanyak delapan titik pengisian, mulai dari SPBU, APMS hingga Pertashop, menjadi sasaran pengecekan. Hasilnya, stok BBM berbagai jenis seperti Pertalite, Pertamax, Solar, Dexlite hingga Pertamina Dex terpantau dalam kondisi aman dan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Meski stok relatif terkendali, petugas menemukan adanya kecenderungan peningkatan antrean pada jalur pengisian Pertalite. Fenomena ini diduga berkaitan dengan pergeseran konsumsi, di mana sebagian masyarakat mulai beralih dari BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi akibat penyesuaian harga.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas energi di daerah.
“Kami memastikan distribusi BBM berjalan lancar, stok tersedia, dan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat. Kami juga mengingatkan agar penggunaan BBM sesuai kebutuhan serta tidak terjadi penimbunan maupun pengisian berulang,” ujarnya.
Di lapangan, petugas juga melakukan dialog dengan pengelola SPBU untuk memastikan pelayanan tetap sesuai aturan. Selain itu, imbauan diberikan agar operator tidak melayani pola pengisian yang berpotensi disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Dari hasil pemantauan sejauh ini, tidak ditemukan indikasi kecurangan niaga BBM. Namun sejumlah SPBU masih menunggu tambahan pasokan dari Pertamina yang saat ini dalam proses persetujuan distribusi.
Polsek Sangatta Utara menegaskan pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala. Di tengah fluktuasi harga dan tingginya kebutuhan energi, stabilitas distribusi BBM menjadi perhatian utama agar tidak memicu gangguan di tingkat masyarakat bawah.(IB)
