MUARA WAHAU – Harga Pertalite eceran di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, dilaporkan mencapai Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena jauh di atas harga resmi BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan pantauan di sejumlah titik penjualan eceran di pusat kecamatan hingga sepanjang jalan poros Muara Wahau, Pertalite dijual dengan harga bervariasi mulai Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan tingginya harga Pertalite eceran sudah berlangsung cukup lama dan menjadi kondisi yang biasa ditemui masyarakat.

“Kalau beli di pengecer sekarang sudah biasa Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per liter. Mau tidak mau tetap beli karena kendaraan dipakai untuk bekerja,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Suhartini (50). Menurutnya, harga Pertalite yang dibeli masyarakat tidak sejalan dengan tujuan pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi agar tetap terjangkau.

“Kalau di televisi disebut harga Pertalite tetap, tapi yang kami beli bisa sampai Rp18 ribu per liter. Yang berat tentu masyarakat kecil,” katanya.

Sementara itu, pedagang eceran beralasan harga jual dipengaruhi biaya transportasi, waktu antre di SPBU, serta kesulitan memperoleh pasokan BBM.

Menanggapi kondisi tersebut, Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi, menilai tingginya harga Pertalite eceran tidak terlepas dari meningkatnya permintaan BBM subsidi setelah sebagian pengguna BBM non-subsidi beralih ke Pertalite.

Menurutnya, peningkatan permintaan menyebabkan antrean di SPBU semakin panjang dan stok Pertalite lebih cepat habis.

“Akibatnya antrean di SPBU semakin panjang dan persediaan Pertalite semakin cepat habis,” ujarnya.

Aji menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat ketika terpaksa membeli BBM di pengecer dengan harga lebih tinggi.

Ia juga mengingatkan bahwa tingginya harga Pertalite eceran berpotensi memicu kenaikan biaya produksi dan distribusi yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga barang dan jasa.

“Yang perlu dijaga adalah daya beli masyarakat. Jangan sampai masyarakat dan pelaku usaha menanggung beban yang semakin besar akibat tingginya harga BBM yang mereka beli sehari-hari,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun instansi terkait mengenai tingginya harga Pertalite eceran di wilayah Muara Wahau. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berwenang dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi.(IB)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *