Flora Irawati, yang akrab disapa Sis Flora atau Kak Flora, merupakan seorang edupreneur sekaligus pendiri The Rainbow Education Center, sebuah bimbingan belajar Bahasa Inggris yang telah ia bangun sejak tahun 2015.

Dalam kesehariannya, Flora tidak hanya mengelola lembaga pendidikan tersebut, tetapi juga aktif sebagai public speaking trainer dan kerap diundang oleh berbagai instansi untuk membawakan materi seputar kebahasaan, kewirausahaan, character building, serta pembangunan tim dalam usaha.

Menurut Flora, edupreneur merupakan gabungan dari kata education dan entrepreneur, yaitu seseorang yang membangun usaha di bidang pendidikan. Ia mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap dunia pendidikan sejak lama. Meski tidak terjun langsung dalam pendidikan formal, Flora memilih jalannya sendiri dengan membangun lembaga pendidikan nonformal yang dapat memberi manfaat bagi banyak orang.

Awal mula The Rainbow Education Center, atau yang dikenal dengan sebutan T-Rec berangkat dari kegiatan sosial mengajar anak-anak secara gratis. Kegiatan tersebut dilakukan bersama teman-temannya semasa kuliah yang memiliki minat dan impian serupa di bidang pendidikan. Dari kegiatan sosial itulah, T-Rec kemudian berkembang dan resmi dikenal sejak tahun 2015.

Flora menilai bahwa edupreneur memiliki peran penting di masa kini. Baginya, bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang akan selalu dibutuhkan manusia, sama seperti kesehatan dan makanan. Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter generasi selanjutnya.

Dalam menanggapi pandangan bahwa pendidikan sering dianggap sebagai bisnis, Flora memiliki sudut pandang tersendiri. Menurutnya, seorang pendidik tidak sedang menjual pendidikan, melainkan menawarkan jasa, pengalaman, dan ilmu yang telah dibangun melalui proses panjang. Ia menegaskan bahwa dalam dunia pendidikan, yang diberikan bukan sekadar produk, melainkan pengalaman dan manfaat bagi peserta didik.

Selain membahas edupreneur, Flora juga memberikan pandangannya mengenai tenaga pendidik honorer yang memperjuangkan hak, termasuk tuntutan untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih layak. Ia berpendapat bahwa memperjuangkan hak adalah hal yang boleh dilakukan, selama dilakukan dengan cara yang baik, terarah, dan bersama-sama. Namun, ia juga mengingatkan agar para pendidik tidak hanya berhenti pada protes, tetapi juga terus bergerak, berpikir kreatif, dan melakukan tindakan nyata.

Flora percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menemukan jalannya masing-masing. Menurutnya, dalam kondisi sistem yang belum sempurna, seseorang tetap perlu berusaha, berkarya, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa perjuangan tidak cukup hanya dengan menunggu perubahan, tetapi harus disertai tindakan nyata.

Melalui pengalamannya sebagai edupreneur, Flora Irawati menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang pengabdian sekaligus ruang kreativitas. Baginya, menjadi pendidik bukan hanya soal mengajar, tetapi juga tentang memberi dampak, membangun karakter, dan terus berkontribusi bagi masyarakat.(Nad)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *