Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian terus memperkuat komitmen dalam membina industri kecil dan menengah (IKM) sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Industri, Achmad Dony Erviady.
Achmad Dony menjelaskan bahwa pada tahun 2026, pihaknya masih berfokus pada program pembinaan IKM yang telah berjalan, sembari menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia.
“Untuk saat ini kita masih menjalankan program pembinaan IKM. Ke depan, khususnya di tahun 2027, memang ada rencana berbagai kegiatan, namun semuanya masih menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran belanja tambahan,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan ini mencakup berbagai sektor industri kecil menengah yang ada di masyarakat, mulai dari industri pangan hingga kerajinan rumah tangga. Pemerintah daerah berupaya meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi para pelaku usaha tersebut.
“Segala yang berhubungan dengan industri kecil menengah akan kita bina dan kita tingkatkan. Termasuk pelatihan-pelatihan, dan jika memungkinkan melalui tambahan anggaran, kita juga akan memberikan bantuan peralatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Doni menuturkan bahwa sasaran utama program ini adalah masyarakat yang telah memiliki usaha kecil, seperti olahan produksi kakao menjadi coklat, amplang, pengolahan hasil rumah tangga, hingga kerajinan lokal.
“Kita ingin masyarakat yang memiliki usaha kecil ini bisa berkembang. Dengan pembinaan yang tepat, diharapkan usaha mereka dapat meningkat dan memiliki daya saing yang lebih baik ke depannya,” tambahnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap IKM dapat menjadi sektor unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah.(mei)
