JAKARTA – Puteri Pelajar Indonesia, Naeva Zahirah, menyuarakan keprihatinannya terhadap ketimpangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Melalui advokasi bertajuk Nusantara Berbudaya, Naeva mengajak seluruh elemen bangsa untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.
“What kind of future do we want for Indonesia? A future where every child can dream, or a future where only some children get the chance to reach their dreams?” ujar Naeva dalam pembukaan advokasinya.
Ia menyoroti fakta bahwa hingga kini kesenjangan pendidikan masih menjadi persoalan serius. Siswa di kota besar umumnya belajar di gedung yang layak dengan fasilitas lengkap serta akses internet yang memadai. Sementara itu, banyak siswa di wilayah pedesaan masih harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah dan belajar dengan fasilitas terbatas.
Ketimpangan tersebut tercermin dalam data capaian pendidikan. Pada tahun 2023, hanya 27,98 persen siswa di pedesaan yang berhasil menamatkan pendidikan hingga jenjang sekolah menengah atas. Angka ini tertinggal jauh dibandingkan wilayah perkotaan yang mencapai 49,16 persen.
“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi pesan bahwa masih banyak anak-anak di daerah yang belum mendapatkan akses pendidikan yang adil dan setara,” tegas Naeva.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Naeva menggagas Nusantara Berbudaya, sebuah program yang memadukan pendidikan dan kebudayaan secara inklusif. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak di desa maupun kota agar memperoleh kesempatan belajar yang seimbang.
Melalui Nusantara Berbudaya, siswa tidak hanya mengikuti kegiatan literasi dan membaca yang berbasis cerita rakyat, tetapi juga belajar seni tradisional seperti tari, musik, dan nyanyian daerah. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia.
“Anak-anak dapat tumbuh dengan pengetahuan, kreativitas, dan rasa bangga terhadap budaya bangsa,” jelasnya.
Di akhir advokasinya, Naeva menegaskan bahwa dengan Nusantara sebagai ibu kota baru, Indonesia harus memastikan pembangunan manusia berjalan seiring dengan penguatan identitas budaya.
“Nusantara Berbudaya adalah langkah untuk menghubungkan pendidikan, budaya, dan masa depan cerah Indonesia. Bersama-sama, kita pastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal,” tutup Naeva.(Haw)
