Kutai Timur – Pengurus Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kabupaten Kutai Timur mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November mendatang. Ketua PABSI Kutai Timur, Firdaus Simanjuntak, menegaskan pihaknya menargetkan minimal tujuh medali emas dari cabang olahraga angkat besi.
Hal tersebut disampaikan Firdaus saat diwawancarai Minggu, 10 Januari 2026. Ia mengatakan, seluruh atlet yang lolos Porprov terus didorong untuk meningkatkan intensitas latihan agar mampu melampaui capaian Porprov sebelumnya di Berau. Pada ajang tersebut, angkat besi Kutai Timur berhasil meraih lima medali emas.
“Kalau di Porprov Berau kemarin kita dapat lima emas. Untuk Porprov Paser nanti, minimal target kita tujuh emas. Kalau bisa sembilan, kenapa tidak,” ujar Firdaus.
Pada Porprov 2026, cabang angkat besi akan mempertandingkan 20 kelas, masing-masing 10 kelas putra dan 10 kelas putri. Kutai Timur berencana mengikuti seluruh kelas yang dipertandingkan, dengan jumlah atlet yang lolos Porprov sebanyak sembilan orang.
“Total atlet kita ada sembilan, terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri. Memang satu atlet bisa turun di lebih dari satu kelas, jadi peluang medali masih terbuka,” jelasnya.
Terkait pembinaan, Firdaus menyebutkan bahwa sebagian besar atlet Kutai Timur saat ini berlatih di Samarinda karena alasan pekerjaan. Meski demikian, komunikasi dan pengawasan tetap dilakukan secara intensif oleh pengurus.
“Hampir tiap malam saya komunikasi dengan atlet dan pelatih. Kita kontrol perkembangan latihan, beban angkatan, kebutuhan suplemen, sampai alat-alat latihan yang dibutuhkan,” katanya.
Dari sisi dukungan anggaran, Firdaus menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui KONI Kutai Timur tetap memberikan dukungan bagi seluruh cabang olahraga, termasuk angkat besi, dalam rangka persiapan Porprov.
Selain mengejar medali, PABSI Kutai Timur juga menargetkan lahirnya rekor baru pada Porprov mendatang. Menurut Firdaus, pencapaian rekor angkatan menjadi salah satu indikator peningkatan prestasi atlet.
“Minimal ada rekor yang dipecahkan, baik rekor Porprov maupun rekor yang melampaui kabupaten lain. Itu juga jadi prestasi,” ujarnya.
Ke depan, PABSI Kutai Timur juga mulai menyiapkan pembinaan jangka panjang dengan membangun basis latihan dan komunitas angkat besi, termasuk pembinaan atlet usia dini.
“Kita sudah mulai progres. Tempat latihan sementara sudah ada, alat-alat juga kita lengkapi. Harapannya, angkat besi Kutai Timur bisa terus berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga andalan daerah,” pungkas Firdaus.(Nad)
