(Poster Lomplai 2026 )
Kutai Timur – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur menargetkan peningkatan jumlah kunjungan pada gelaran event Lomplai tahun ini. Jika pada tahun 2025 jumlah pengunjung mencapai sekitar 10 ribu orang, tahun ini ditargetkan naik menjadi 12 ribu pengunjung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Akhmad Rifanie, mengatakan target tersebut disusun berdasarkan evaluasi kegiatan sebelumnya serta penguatan strategi promosi yang lebih masif.
“Berdasarkan data tahun sebelumnya sekitar 10 ribu pengunjung, tahun ini kita naikkan menjadi sekitar 12 ribu. Kita optimistis dengan strategi promosi yang dilakukan,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Pariwisata Kutai Timur menggandeng berbagai pihak, mulai dari media massa, radio, hingga media sosial. Dukungan juga datang dari hotel, rumah makan, hingga perbankan yang turut membantu mempromosikan kegiatan.
“Media, baik televisi, radio, hingga media sosial ikut membantu publikasi. Hotel dan rumah makan juga kita minta mendukung, termasuk bank-bank untuk membantu promosi melalui platform mereka,” jelasnya.

(Akhmad Rifanie Plt.Kepala Dinas Pariwisata Kab. Kutai Timur)
Rifanie menjelaskan, penghitungan jumlah pengunjung dilakukan dengan metode estimasi karena kegiatan ini tidak menerapkan sistem tiket masuk. Data dihimpun dari berbagai sumber, seperti panitia lokal, pelaku usaha, serta tingkat okupansi hotel dan rumah makan.
“Kita tidak punya ticketing, jadi penghitungan dilakukan secara estimasi berdasarkan kondisi di lapangan, termasuk informasi dari hotel dan masyarakat,” katanya.
Event Lomplai akan diramaikan dengan berbagai kegiatan, termasuk bazar dan expo produk ekonomi kreatif yang digelar selama tujuh hari, mulai tanggal 15 April hingga 22 April. Produk-produk lokal menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, sejumlah lomba turut memeriahkan acara, seperti lomba tari tradisional, musik sape, kriya, hingga lomba foto dan video.
Lebih lanjut, Rifanie menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
“Hotel, transportasi, hingga usaha kecil seperti warung dan kopi pasti merasakan dampaknya. Ini yang kita dorong agar ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ungkapnya.
Terkait potensi kenaikan harga penginapan akibat meningkatnya permintaan, pihaknya mengimbau pelaku usaha tetap menjaga tarif sesuai standar.
“Kita hanya bisa menghimbau agar harga tetap standar, tidak dinaikkan berlebihan, supaya pengunjung tetap nyaman,” tambahnya.
Dengan berbagai persiapan dan dukungan lintas sektor, Dispar Kutai Timur optimistis target kunjungan dapat tercapai serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.(Nad)
