Sangatta – Nuansa kehangatan dan kebersamaan begitu terasa di Ruang Panel DPRD Kabupaten Kutai Timur saat para alumni Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) berkumpul dalam acara halal bihalal, Senin (30/3/2026).
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antar alumni, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus merumuskan kontribusi nyata bagi pembangunan Kutai Timur.
Ketua panitia, Arif Bolly, menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas untuk menyatukan alumni dari berbagai generasi serta menjalin hubungan lebih erat dengan mahasiswa HIPMA-KT yang masih aktif.
Ia berharap para alumni dapat terus memberikan manfaat bagi daerah asal mereka.
“Kami semua berasal dari sini, sudah seharusnya kita memberi dampak positif bagi daerah. Semoga kegiatan ini membawa kebaikan untuk kita semua,” ujarnya.
Arif juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal menuju Musyawarah Besar (Mubes) HIPMA-KT yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026.
Menurutnya, peran serta alumni sangat penting dalam mendukung keberlangsungan organisasi ke depan.
“Kami berharap dukungan penuh dari IKA untuk membimbing adik-adik mahasiswa agar organisasi ini bisa berkembang lebih baik,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa Mubes tersebut menjadi momen krusial karena akan menentukan arah masa depan HIPMA-KT.
Lebih jauh, Arif menyoroti pentingnya keterlibatan Ikatan Alumni (IKA) dalam mendampingi mahasiswa, termasuk dalam pengembangan program pendidikan seperti beasiswa maupun fasilitas penunjang lainnya.
Meski semangat mahasiswa dinilai tinggi, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam hal komunikasi dan koordinasi internal.
“Antusiasmenya besar, tapi memang masih ada kendala di komunikasi. Ke depan, kami berharap IKA bisa membantu mengarahkan agar lebih terorganisir,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, yang turut hadir, menegaskan bahwa halal bihalal harus menjadi momentum untuk menyatukan seluruh elemen tanpa memandang perbedaan.
“Yang utama adalah kebersamaan. Kita tinggalkan dulu perbedaan, baik itu politik maupun lainnya,” tegasnya.
Ia juga mendorong alumni untuk memberikan kontribusi konkret di bidang pendidikan, salah satunya melalui gagasan pembangunan asrama mahasiswa di berbagai kota.
Menurutnya, rencana tersebut dapat direalisasikan secara bertahap, termasuk dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Adapun lokasi yang direncanakan meliputi Sangatta, Samarinda, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, hingga Malang sebagai pusat studi mahasiswa Kutai Timur.
Melalui momentum ini, diharapkan seluruh alumni dapat kembali solid, meninggalkan perbedaan, serta aktif berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kutai Timur.(IB)
