Kutai Timur – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengungkap dinamika besar dalam kinerja pembangunan daerah saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (30/3/2026).
Di tengah capaian kinerja yang tergolong tinggi, Bupati secara terbuka menyoroti perlambatan ekonomi daerah yang hanya tumbuh 1,05 persen pada 2025, jauh menurun dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu melemahnya sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Namun di balik perlambatan tersebut, Ardiansyah menegaskan adanya pergeseran penting dalam struktur ekonomi Kutai Timur. Sektor non-pertambangan justru mengalami pertumbuhan signifikan hingga 11 persen, didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, hingga jasa.
“Ini menjadi sinyal bahwa ekonomi Kutai Timur mulai bergerak menuju struktur yang lebih beragam dan tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif,” tegasnya.
Dari sisi fiskal, pemerintah daerah mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp8,55 triliun atau 86,50 persen dari target, sementara belanja daerah mencapai Rp8,58 triliun atau 85,91 persen.
Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan mendasar, terutama pada sektor infrastruktur. Kondisi jalan mantap di Kutai Timur baru mencapai 34,78 persen, yang menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah pembangunan wilayah.
Selain itu, persoalan pelayanan publik juga menjadi sorotan, khususnya gangguan jaringan internet di beberapa kecamatan yang berdampak pada pelayanan administrasi kependudukan.
Dalam paparannya, Ardiansyah juga menyinggung penanganan bencana kebakaran di Desa Batu Timbau yang menghanguskan puluhan rumah. Pemerintah daerah telah menginstruksikan percepatan penanganan melalui pemanfaatan dana tidak terduga serta kajian penataan ulang kawasan permukiman terdampak.
Di tengah berbagai tantangan, capaian kinerja pemerintah daerah tetap menunjukkan hasil positif. Realisasi kinerja pembangunan mencapai 91,74 persen, masuk kategori sangat tinggi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 76,48 poin, disertai peningkatan angka harapan hidup hingga 74,87 tahun.
Tak hanya itu, sepanjang 2025 Pemkab Kutai Timur berhasil meraih 12 penghargaan, baik tingkat nasional maupun provinsi, sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pemerintahan daerah.
Bupati menegaskan, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Ia mendorong sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat untuk terus memperbaiki kinerja serta memperkuat arah pembangunan.
“Berbagai capaian dan kekurangan ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya.(Nad)
