(suasana bukit pandang pada sore hari)
Kutai Timur — Lonjakan pengunjung terjadi di kawasan wisata Bukit Pandang, Kutai Timur, pasca Hari Raya Idul Fitri. Hal ini disampaikan oleh Bima Ali Kamis 26 Maret 2026 , selaku tim pengawasan di lokasi tersebut, saat ditemui dalam wawancara di lapangan.
Menurut Bima Ali, peningkatan jumlah wisatawan mulai terasa sejak hari pertama Lebaran dan terus berlanjut hingga saat ini. Ia menjelaskan bahwa pada hari biasa, khususnya akhir pekan, kawasan tersebut memang sudah cukup ramai, namun tidak sepadat saat momen libur Lebaran.
“Kalau hari Sabtu dan Minggu itu sudah ramai, tapi tidak seramai sekarang. Lonjakan ini mulai dari hari pertama Lebaran sampai sekarang,” ujarnya.

(pengawas bukit pandang bima ali)
Menghadapi membludaknya pengunjung, pihak pengawasan terus memberikan imbauan kepada wisatawan agar tetap menjaga ketertiban. Beberapa hal yang ditekankan antara lain penggunaan area parkir resmi, menjaga barang bawaan, serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Pengunjung kami imbau untuk parkir di tempat yang sudah disediakan, menjaga barang bawaan, dan membuang sampah pada tempatnya,” jelas Bima.
Dalam operasionalnya, tim pengawasan bekerja dalam dua shift, yakni pukul 06.00 hingga 15.00 WITA untuk shift pagi, dan pukul 15.00 hingga sekitar pukul 22.00–23.00 WITA untuk shift sore. Setelah jam tersebut, pengamanan kawasan menjadi tanggung jawab Satpol PP dan pihak kepolisian.
“Dari jam 10 malam kami sudah mulai menghimbau pengunjung untuk bubar. Setelah itu menjadi tanggung jawab Satpol PP dan kepolisian,” tambahnya.
Terkait kondisi di lapangan, Bima mengakui masih ada sejumlah tantangan, terutama soal keterbatasan lahan parkir. Keluhan pengunjung paling sering berkaitan dengan lokasi parkir yang jauh atau sudah penuh.
“Keluhan utama biasanya soal parkiran, karena memang masih terbatas. Kadang pengunjung merasa parkiran jauh atau penuh,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, petugas berupaya mengatur distribusi kendaraan dengan memanfaatkan area parkir di seberang jalan maupun titik lain yang masih tersedia.
Selain itu, pihak pengawasan juga tetap mengingatkan pengunjung yang melanggar aturan, seperti berkendara ugal-ugalan atau perilaku tidak tertib lainnya, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.
Di akhir wawancara, Bima Ali menyampaikan harapannya agar kawasan wisata Bukit Pandang ke depan dapat berkembang lebih baik, terutama dalam hal fasilitas parkir dan kenyamanan pengunjung.
“Harapannya ke depan bisa lebih bagus lagi, parkiran lebih tertata, dan pengunjung juga semakin tertib,” pungkasnya.(Mei)
