SANGATTA – Pencairan Dana Desa tahap IV di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, hingga kini belum terealisasi. Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, mengungkapkan bahwa keterlambatan tersebut berdampak pada sejumlah program pembangunan fisik dan pembinaan masyarakat yang belum dapat dijalankan.
Menurut Hamriani, nilai Dana Desa tahap IV yang belum cair mencapai sekitar Rp2 miliar lebih dan sebagian besar dialokasikan untuk kegiatan fisik. Meski demikian, ia memastikan pembayaran gaji dan honor perangkat desa telah tercover melalui pencairan tahap III, sehingga tidak berdampak pada operasional rutin pemerintahan desa.
“Alhamdulillah gaji dan honor sudah tercover di tahap III. Namun masih banyak pembangunan dan kegiatan pembinaan masyarakat yang seharusnya dibiayai tahap IV belum bisa dilaksanakan karena dananya belum ditransfer ke rekening desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara normal pencairan tahap IV biasanya berlangsung pada Oktober hingga Desember. Namun tahun ini keterlambatan terjadi secara menyeluruh dan tidak hanya dialami Desa Singa Gembara, melainkan juga 82 desa di Kutai Timur. Pemerintah desa, kata dia, telah mengajukan pencairan dan kini tinggal menunggu proses transfer.
“Kami tentu berharap secepatnya cair karena banyak kegiatan yang sudah direncanakan dan menunggu untuk dilaksanakan,” tambahnya.
Di tengah belum cairnya Dana Desa tahap IV, Desa Singa Gembara justru mencatat capaian positif dengan rampungnya pembangunan Koperasi Merah Putih. Hamriani menyebut koperasi tersebut menjadi yang pertama selesai di Kalimantan Timur dengan proses pembangunan sekitar dua setengah bulan.
Pembangunan koperasi mendapat pengawasan dari jajaran TNI, termasuk Dandim dan Koramil setempat. Hasil pengerjaan, lanjutnya, telah sesuai dengan perencanaan dan telah melalui pemeriksaan pihak terkait. Kepengurusan koperasi juga telah dibentuk dan siap menjalankan operasional sambil menunggu peluncuran serentak secara nasional yang diperkirakan berlangsung pada Agustus mendatang.
Terkait jenis usaha yang akan dijalankan, pemerintah desa masih akan memusyawarahkan bersama lembaga desa. Namun, rencana usaha seperti penyediaan sembako dan gerai kebutuhan pokok sudah mulai dipersiapkan.
Selain itu, Hamriani juga menegaskan bahwa kondisi sosial masyarakat Singa Gembara tetap kondusif selama bulan Ramadan. Desa yang dihuni mayoritas Muslim serta warga Nasrani dan Toraja itu, menurutnya, menunjukkan tingkat toleransi beragama yang tinggi.
“Kegiatan-kegiatan disesuaikan waktunya sebagai bentuk saling menghargai. Misalnya reses dan sosialisasi dilaksanakan sebelum berbuka, dan kegiatan malam hari digeser agar tidak berbenturan dengan tarawih,” jelasnya.
Pemerintah Desa Singa Gembara berharap pencairan Dana Desa tahap IV segera terealisasi agar program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan optimal sesuai rencana.(Nad)
