Sangatta – Pelantikan pengurus Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kutai Timur periode 2025–2030 resmi digelar dengan penuh hikmat, menghadirkan jajaran pemerintah daerah serta perwakilan lembaga keagamaan. Acara yang diselenggarakan dalam waktu persiapan singkat ini tetap berjalan lancar, dan menjadi momentum penting bagi pengurus baru untuk memperkuat peran pelayanan kepada umat Kristen di wilayah Kutai Timur pada Rabu, 26, November, 2025.
Dalam sambutannya, Pdt. Jerin Apul selaku Ketua DPD MUKI Kutim menegaskan bahwa organisasi ini hadir bukan sekadar sebagai wadah keagamaan, tetapi garda yang siap memberikan pendampingan, bantuan sosial, hingga advokasi hukum bagi umat yang menghadapi ketidakadilan. “MUKI hadir untuk menolong dan membela hak-hak masyarakat Kristen, terutama mereka yang kesulitan atau tidak mengetahui jalur penyelesaian masalah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai kasus yang terjadi di luar Kalimantan menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi berbasis pembelaan umat sangat diperlukan. Karena itu, periode kepengurusan kali ini diarahkan untuk lebih aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat Kristen di Kutai Timur serta menguatkan sinergi dengan pemerintah. Harapan besar ditekankan, yakni agar MUKI menjadi garam dan terang bagi daerah.
Pengurus MUKI Kutim juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan lintas sinode dan memastikan organisasi ini tidak bersifat eksklusif. Dengan menaungi berbagai aras gereja, MUKI diharapkan menjadi jembatan yang mempersatukan umat serta menjaga kerukunan antar denominasi. “Bersatu kita kuat, dan itu yang ingin kami tanamkan dalam organisasi ini,” tambah Jerin.
Salah satu program awal yang disiapkan adalah memperkenalkan kembali keberadaan MUKI kepada masyarakat Kristen Kutim melalui kegiatan sosial dan pelayanan publik. MUKI juga akan membuka ruang pendampingan hukum bagi warga yang menghadapi persoalan, terutama yang tidak memahami prosedur penyelesaian perkara.
Dukungan pemerintah daerah turut menjadi dorongan besar. Pdt. Jerin menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kutai Timur beserta jajaran yang memberikan fasilitas dan ruang kolaborasi bagi organisasi tersebut. Menurutnya, kerja sama pemerintah dan organisasi keagamaan adalah kunci menciptakan masyarakat yang sejahtera dan harmonis.
Pada penutup sambutannya, Jerin mengajak seluruh pengurus untuk melayani dengan hati, bukan sekadar mengejar jabatan. Integritas dan keteladanan, katanya, harus menjadi fondasi langkah organisasi. “Kami memberi diri untuk menjadi perpanjangan tangan program pemerintah, sekaligus menjadi berkat bagi masyarakat,” tegasnya.
Pelantikan ini menjadi tonggak baru perjalanan MUKI di Kutai Timur. Dengan semangat baru dan kepengurusan yang diperbarui, organisasi ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang berdampak langsung bagi umat sekaligus memperkuat kerukunan di daerah.(Mei)
