BONTANG — Grand Final Duta Anti Narkoba Kota Bontang 2025 menjadi panggung penting bagi para finalis yang telah melalui perjalanan panjang dan kompetisi ketat sejak September. Dari total 104 peserta, hanya segelintir yang berhasil menembus babak puncak dan akhirnya dinobatkan sebagai duta terbaik yang akan mewakili suara generasi muda dalam kampanye P4GN.
Pada malam final yang digelar 17 November 2025 di Aula Dispopar Bontang, para finalis tampil dengan performa terbaik mereka di hadapan lima juri dari unsur pemerintahan, BNN, dan aparat penegak hukum. Selain kemampuan komunikasi dan wawasan P4GN, para peserta juga dinilai dari kepribadian, gagasan, dan kesiapan mereka untuk menjadi agen perubahan.
Ketua Pelaksana, Agiel, menyampaikan bahwa para finalis tahun ini bukan hanya berkompetisi untuk gelar, tetapi membawa semangat baru bagi gerakan pencegahan narkoba di Bontang.
“Kami melihat kualitas anak muda Bontang yang luar biasa. Mereka bukan hanya cerdas, tetapi juga punya empati, kepedulian sosial, dan kesiapan untuk turun langsung ke masyarakat. Para juara terpilih ini adalah harapan baru yang akan menjadi wajah perubahan dalam kampanye P4GN,” ungkap Agiel.
Daftar Pemenang Duta Anti Narkoba Kota Bontang 2025
- Juara 1:
Muhammad Rasya (SMAN 3 Bontang) & Khusnul Khotimah (SMAN 3 Bontang) - Juara 2:
Muhammad Aufa (SMA Bahrul Ulum) & Puput Dwi R (Umum) - Juara 3:
Atqa Syauqi (SMA YPVDP) & Sri Wahyuni (Universitas Terbuka) - Juara Favorit:
Faza Ainur Yahya (SMAN 2 Bontang) & Syahriani Ramadhani (SMAN 1 Bontang) - Best Performance:
Andi Irfan (SMKN 2 Bontang) & Alievfia Aurel Cysya (Universitas Terbuka) - Intelegensia:
Rendy Neva (SMA Bahrul Ulum) & Rehana Cessar (SMA IT Yabis)
Para penerima penghargaan ini dianggap memiliki keunggulan spesifik yang sangat penting untuk misi edukasi anti narkoba, mulai dari daya pengaruh, kecerdasan komunikasi, hingga kualitas performa.
Dengan terpilihnya para pemenang utama dan kategori khusus, mereka kini memegang amanah sebagai ikon kampanye anti narkoba di Kota Bontang. Setiap dari mereka diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi sebaya, menjalankan program edukasi, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.
