Sangatta Utara – Semangat Hari Pahlawan 10 November terasa kuat di lingkungan SMP Negeri 001 Sangatta Utara. Di tengah upacara peringatan yang berlangsung khidmat, salah satu siswi bernama Rara menarik perhatian banyak orang karena mengenakan seragam (Persit) pakaian yang identik dengan istri prajurit TNI. Penampilannya bukan sekadar gaya, melainkan simbol penghormatan dan inspirasi yang dalam bagi dirinya.
Rara, siswi kelas VIII, mengungkapkan bahwa pilihannya memakai seragam Persit terinspirasi dari sosok sang ibu. “Mama selalu mendukung ayah yang seorang tentara. Aku ingin meniru semangat dan ketulusan mereka dalam mengabdi,” ujarnya dengan senyum bangga. Bagi Rara, busana tersebut adalah bentuk penghormatan kepada perjuangan keluarganya sekaligus cerminan semangat nasionalisme.
Peringatan Hari Pahlawan tahun ini di sekolahnya menjadi momen refleksi bagi banyak siswa. Suasana upacara yang penuh nilai-nilai perjuangan membuat mereka memahami arti pengorbanan para pahlawan lebih dalam. Rara sendiri memaknai 10 November sebagai kesempatan untuk mengenang jasa para pejuang bangsa. “Makna Hari Pahlawan adalah untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa kita,” tuturnya.
Baginya, semangat kepahlawanan tidak hanya ditunjukkan di medan perang, tetapi juga dalam perjuangan menuntut ilmu. Ia percaya bahwa generasi muda bisa menjadi pahlawan masa kini dengan cara berprestasi dan memberikan kebanggaan bagi Indonesia. “Sekarang aku berjuang dengan belajar dan mengejar prestasi,” kata Rara.
Di tengah gempuran era digital dan tantangan global, semangat sederhana dari seorang siswi seperti Rara menjadi inspirasi tersendiri. Ia menunjukkan bahwa nilai patriotisme masih hidup di hati generasi muda, meski dalam bentuk yang berbeda.
Cita-citanya menjadi seorang psikolog juga mencerminkan keinginan untuk membantu sesama. Rara berharap kelak dapat berkontribusi bagi masyarakat melalui profesi yang menuntut empati dan kepedulian tinggi tersebut.
Guru-guru di SMPN 001 Sangatta Utara pun mengapresiasi langkah kecil namun bermakna yang dilakukan siswinya itu. Mereka menilai bahwa tindakan Rara menjadi contoh nyata bahwa semangat pahlawan dapat diwujudkan dalam keseharian siswa.
Dari seragam Persit yang dikenakan hingga semangat belajar yang ia tunjukkan, Rara membuktikan bahwa nilai perjuangan tidak lekang oleh waktu. Peringatan Hari Pahlawan baginya bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan hati untuk terus berbuat dan berprestasi demi negeri.(mei)
