Sangatta — Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara kembali menunjukkan keseriusannya dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya melalui kegiatan Rembuk Stunting 2025 yang digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025. Acara berlangsung di Gedung BPU Sangatta Utara dan dihadiri berbagai pihak lintas sektor, baik dari unsur pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur, Basuni, Camat Sangatta Utara Hasdiah, Kepala UPT Puskesmas Sangatta Utara dr. Rina Puspita, perwakilan Satgas Penurunan Stunting dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Lurah Teluk Lingga, Kepala Desa Swargabara, serta para kader posyandu dan perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Sangatta Utara.
Dalam sambutannya, Camat Sangatta Utara Hasdiah menegaskan pentingnya sinergi antara seluruh pihak untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. “Penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan ini juga memperkenalkan sebuah inovasi baru bernama Program AKURBESTI (Akurat Data Base Stunting). Program ini dikembangkan untuk memastikan data anak stunting di Sangatta Utara lebih valid dan terpantau dengan baik, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Hasdiah mengungkapkan bahwa berdasarkan data per September 2025, angka stunting di Kecamatan Sangatta Utara mengalami peningkatan dari 191 menjadi 345 anak. Namun, ia menilai kenaikan ini justru merupakan bentuk kemajuan dalam pendataan. “Angka ini bukan kemunduran, melainkan kemajuan karena menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli untuk datang ke posyandu. Dengan begitu, kita bisa menjaring lebih banyak data riil di lapangan,” jelasnya.
Kepala DPMDes Kutai Timur, Basuni, juga mengapresiasi langkah cepat Kecamatan Sangatta Utara dalam memperkuat basis data dan kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa sinergi dengan desa, kader posyandu, serta pihak swasta akan menjadi kunci dalam mempercepat penurunan angka stunting.(Nad)
