SANGATTA – Semangat peduli lingkungan terus tumbuh di kalangan generasi muda Swarga Bara berkat inisiatif Andhika Yohantoro, seorang pemuda yang dikenal aktif menggerakkan komunitas Remaja Kreatif Peduli Lingkungan (RKPL). Organisasi yang digagasnya ini berfokus pada upaya pelestarian lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah dan kampanye kesadaran hijau di tingkat masyarakat.
Andhika menuturkan, lahirnya RKPL berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah rumah tangga yang belum terkelola dengan baik di lingkungan Swarga Bara. Melihat potensi remaja yang besar, ia kemudian menginisiasi wadah yang dapat menyalurkan semangat mereka untuk berbuat nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“RKPL ini bukan hanya sekadar komunitas, tapi gerakan nyata dari anak muda untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya lingkungan bersih. Kami ingin menunjukkan bahwa remaja juga bisa berkontribusi besar untuk bumi,” ujar Andhika Yohantoro saat ditemui, Kamis (16/10/2025).
Sejak berdiri, RKPL Swarga Bara telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti bank sampah remaja, edukasi daur ulang, dan gotong royong kebersihan lingkungan setiap akhir pekan. Para anggota juga aktif mengolah limbah anorganik menjadi barang bernilai ekonomi seperti pot bunga, hiasan dinding, hingga kerajinan kreatif lainnya.
Andhika menjelaskan, tujuan utama RKPL bukan sekadar mengurangi volume sampah, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan kepedulian lingkungan kepada remaja. “Kita ingin membangun karakter peduli sejak dini. Kalau remaja terbiasa menjaga lingkungan, otomatis kebiasaan itu terbawa sampai dewasa,” tambahnya.
Dukungan dari masyarakat dan pemerintah kelurahan juga turut memperkuat gerakan ini. Beberapa kali, kegiatan RKPL mendapat apresiasi karena mampu menumbuhkan kolaborasi lintas generasi antara remaja, warga, dan perangkat kelurahan. Kegiatan bersih lingkungan pun kini menjadi agenda rutin di beberapa RT wilayah Swarga Bara.
Selain fokus pada kegiatan lapangan, RKPL juga gencar melakukan kampanye edukatif melalui media sosial untuk menjangkau remaja yang lebih luas. Konten kreatif seperti video pendek dan poster digital digunakan untuk mengajak anak muda agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Andhika berharap, ke depan RKPL Swarga Bara dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kutai Timur dalam menggerakkan remaja untuk peduli lingkungan. “Harapan saya, gerakan kecil ini bisa menular dan menjadi inspirasi. Kalau setiap kelurahan punya komunitas seperti ini, saya yakin Kutai Timur akan jadi daerah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” tutupnya dengan optimis.(Lady F*)
