SMPN 2 Sangatta Utara menegaskan identitasnya melalui tagline “RAWA”, yang menjadi simbol keunggulan dan karakteristik pendidikan di sekolah tersebut. Kepala Sekolah, Pak Ismail, menjelaskan bahwa RAWA merupakan akronim dari Religius, Adab, Wirausaha, dan Asri. Program ini dirancang untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berkarakter dan peduli lingkungan.
Pak Ismail menjelaskan, ide tagline RAWA muncul dari kondisi geografis sekolah yang berada di dekat rawa. “Lokasi sekolah dulu tergenang air, dan hal ini menginspirasi saya untuk menjadikan sekolah kami berbeda, dengan program unggulan yang menekankan nilai-nilai karakter dan lingkungan,” ujarnya. RAWA menjadi panduan dalam mendidik siswa agar tumbuh disiplin, religius, dan kreatif.
Selain nilai karakter, RAWA juga menekankan pendidikan lingkungan melalui program Adiwiyata. SMPN 2 Sangatta Utara telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi, dan kini tengah mempersiapkan diri menuju Adiwiyata tingkat nasional. Siswa aktif terlibat dalam kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, pembuatan kompos, dan menjaga kebersihan ruang belajar serta fasilitas sekolah.
Sekolah juga menekankan kedisiplinan dalam aspek penampilan dan perilaku siswa. Pak Ismail menyebut, semua siswa diwajibkan mengenakan seragam rapi, menjaga rambut, sepatu, dan kaus kaki sesuai aturan. Pendekatan ini bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab dan disiplin sejak dini. Tidak hanya itu, sekolah juga menerapkan pendekatan inklusif dengan memberikan ruang belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) secara integratif bersama siswa lainnya.
Pengembangan bakat siswa menjadi bagian dari identitas RAWA. SMPN 2 Sangatta Utara menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, PMR, softball, tari, silat, dan wirausaha. Meskipun jumlah pelatih terbatas, semangat siswa tetap tinggi. Beberapa prestasi telah diraih, termasuk partisipasi di tingkat nasional melalui cabang olahraga softball, menunjukkan bahwa nilai RAWA mampu mendorong siswa berprestasi.
Dukungan dari mitra seperti PT Pama juga menjadi pendukung penting dalam penerapan program RAWA, khususnya pada kegiatan lingkungan dan Adiwiyata. Sementara itu, sekolah masih mengandalkan dana Bosda untuk jaringan internet, dan wacana digitalisasi melalui Starlink tengah menunggu realisasi. Pak Ismail berharap pemerintah dapat mempercepat bantuan infrastruktur agar pembelajaran digital dapat lebih optimal.
Menurut Pak Ismail, RAWA tidak hanya sekadar tagline, tetapi juga menjadi identitas yang menegaskan misi sekolah. “Kami ingin SMPN 2 dikenal sebagai sekolah yang menanamkan karakter religius, adab, kreatif, dan peduli lingkungan,” ujarnya. Pendekatan ini sekaligus membangun budaya sekolah yang ramah anak dan mendukung prestasi akademik maupun non-akademik.
Dengan tagline RAWA sebagai pedoman, SMPN 2 Sangatta Utara terus berkomitmen mencetak generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Sekolah berupaya menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain di Kutai Timur dalam memadukan pendidikan karakter, prestasi, dan kepedulian lingkungan.(Haw)
