KUTAI TIMUR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Timur terus meluas. Setelah dapur pertama resmi beroperasi di Jalan Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Sangatta Utara pada Senin (15/9), kini giliran dapur kedua diresmikan. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG di Jalan Dayung, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara, Senin (22/9).
Dapur pertama di Kabo Jaya telah menjangkau delapan sekolah dengan penerima manfaat sebanyak 2.274 siswa. Sedangkan dapur kedua langsung menyalurkan 2.596 porsi makanan bergizi kepada siswa SMK Negeri 2 Sangatta (1.183 porsi) dan SMP Negeri 1 Sangatta Utara (1.413 porsi).
Ardiansyah menegaskan, kehadiran MBG tidak hanya fokus pada kesehatan pelajar. Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Di setiap dapur harus dengan cermat memanfaatkan kerja samanya dengan para petani-petani lokal. Karena tujuannya tidak lain adalah meningkatkan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, arahan presiden jelas, MBG harus menjadi sarana promosi dan pemanfaatan produk dalam negeri. Dengan begitu, kebutuhan bahan pangan bisa dipenuhi dari hasil pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan di Kutim.

“Tujuan terkait dengan makan bergizi gratis ini ternyata tidak hanya terkait dengan kesehatan tetapi juga saling terkait dengan kegiatan ketahanan pangan” lanjutnya
Selain itu, dapur MBG juga didampingi ahli gizi untuk memastikan menu yang disajikan sesuai standar Badan Gizi Nasional. Semua kebutuhan kalori dan nutrisi siswa sudah dihitung agar sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan.
“Oleh karenanya kebutuhan siswa, gizinya berapa itu saya yakin sudah dihitung. Sehingga tujuan terkait dengan makan bergizi gratis ini dalam rangka untuk memberikan asupan kepada anak-anak kita baik dari TK, SD, SMP, SMA untuk mempersiapkan generasi emas nanti yang akan datang 2045,” kata Ardiansyah.
Peresmian dapur kedua ini diharapkan mempercepat pemerataan akses makanan bergizi di sekolah-sekolah Kutim, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan dari masyarakat lokal.(IB)
