KUTAI TIMUR – Baru dua hari menjabat, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim), Poniso Suryo Renggono langsung menegaskan fokus kerjanya. Dua proyek besar sektor transportasi ditargetkan segera dituntaskan, yakni Pelabuhan Kenyamukan dan pemanfaatan Bandara Tanjung Bara.
“Intinya PR yang disebut Pak Bupati ada dua. Pertama Pelabuhan Kenyamukan, kedua Bandara Tanjung Bara. Untuk pelabuhan, tinggal sisi darat yang belum selesai. Target saya 2027 sudah bisa operasional,” ucap Poniso, Kamis (28/8).
Poniso menyebut, kebutuhan anggaran penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan mencapai Rp214 miliar. Dana itu difokuskan pada reklamasi lahan seluas 0,7 hektare serta pembangunan sarana pendukung agar pelabuhan bisa beroperasi penuh.

“Kalau skemanya multi years lebih bagus. Karena pengerjaannya tidak terpotong waktu. Kalau tiap tahun, progresnya bisa lambat,” terangnya.
Menurutnya, keberadaan pelabuhan bakal memberi efek domino pada ekonomi daerah. Mulai dari efisiensi distribusi barang, penyerapan tenaga kerja, lahirnya UMKM baru, hingga peningkatan sektor pariwisata. “Multi efeknya sangat besar, apalagi kita penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Pelabuhan ini akan jadi pintu gerbang laut Kutim,” katanya.
Selain itu, Poniso juga menyiapkan langkah percepatan untuk Bandara Tanjung Bara. Meski statusnya berada di bawah pengelolaan PT Kaltim Prima Coal (KPC), Dishub Kutim mengambil peran koordinasi agar bandara segera dapat digunakan masyarakat umum.
“Untuk bandara, sifatnya koordinatif. Kewenangannya ada di PT KPC. Tapi yang jelas, kita ingin segera launching penerbangan Selasa dan Kamis tujuan Balikpapan,” jelasnya.
Ia mengungkap, agenda pembahasan dengan PT KPC sudah dijadwalkan. “Hari Jumat besok saya rapat dengan PT KPC memastikan slot penerbangan bisa berjalan lancar sebelum ketemu Pak Bupati. Harapannya bulan depan sudah bisa dimanfaatkan,” tambah Poniso.
Ia menegaskan keberhasilan pengoperasian bandara tidak hanya ditentukan daerah, melainkan koordinasi lintas instansi. “Tugas kita memastikan semua berjalan lancar, dari persiapan, komunikasi, sampai kepatuhan aturan. Sehingga ketika Bupati ingin memastikan perkembangan, semua sudah siap,” tegasnya.
Poniso menekankan dirinya siap bekerja cepat sesuai amanah. “Saya biasa kerja total. Mulai dari camat dulu juga begitu. Sekarang amanahnya lebih besar. Saya mohon dukungan semua pihak agar target dua proyek besar ini bisa tercapai,” pungkasnya.
