KUTAI TIMUR – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Jimmi menegaskan bahwa bentuk perjuangan masyarakat sipil di era sekarang tidak lagi diukur dengan angkat senjata, melainkan dengan membangun ketahanan hidup. Menurutnya, cara paling nyata yang bisa dilakukan adalah memperkuat kemandirian pangan.
“Yang paling utama itu kemandirian pangan. Bagi masyarakat sipil, itu hal yang paling bermanfaat. Karena tidak mungkin kita berjuang dengan senjata. Yang bisa dilakukan adalah memastikan keberlangsungan hidup, menekan kemiskinan, dan memberi edukasi yang berguna bagi generasi muda,” kata Jimmi.
Ia menilai peran rakyat sipil memang berbeda dengan militer. Jika militer menjaga kedaulatan lewat kekuatan pertahanan, masyarakat bisa memberi kontribusi melalui kemandirian sehari-hari. “Hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan rakyat sipil adalah memperkuat kemandirian. Salah satunya lewat pangan. Itu juga bentuk kontribusi nyata kepada negara,” tegasnya.
Selain soal pangan, Jimmi menyinggung pentingnya regulasi daerah yang mendukung peran generasi muda. DPRD Kutim saat ini tengah membahas dua rancangan peraturan daerah (Perda), yakni tentang kepemudaan dan olahraga serta industri. Menurutnya, dua aturan itu saling berkaitan. “Yang mengisi kegiatan perindustrian tentu para pemuda yang siap masuk angkatan kerja. Peran itu harus kita dorong bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran Perda tersebut diharapkan dapat memberi arah bagi penguatan kapasitas pemuda sekaligus menyiapkan mereka agar lebih siap di dunia kerja. “Perda ini penting, karena sekarang sedang dibahas di DPRD. Tujuannya agar pemuda dan dunia industri bisa saling menopang,” pungkasnya.(IB)

