angatta — Forum Duta Budaya (FDB) Kutai Timur menggelar kegiatan bertajuk “Pemuda Menyapa” sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun karakter dan wawasan generasi muda di dunia pendidikan. Program ini dilaksanakan di tiga sekolah berbeda di Sangatta, yakni SMPK Santo Fransiskus Assisi (341 siswa), SMK Negeri 2 Sangatta Utara (75 siswa), dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara (280 siswa).
Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara muda inspiratif dengan rekam jejak di tingkat regional dan nasional:
Handi Wijaya – 1st Runner Up Putera Wisata Indonesia, membawakan materi Pariwisata
Reza Alfani – Duta Budaya Provinsi Kalimantan Timur, membawakan materi Kebudayaan
Alfarizy Editya – Mister Teen Kalimantan Timur, membawakan materi Kepemudaan sekaligus mengkampanyekan project kosakata
Ketiganya adalah pemuda daerah yang telah menginspirasi lewat perannya dalam ajang budaya, kepemudaan, dan pariwisata nasional.

Program Pemuda Menyapa mengusung pendekatan dialogis dan interaktif, menghadirkan ruang terbuka bagi siswa untuk berdiskusi tentang potensi lokal, pentingnya menjaga budaya, serta peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Menurut Riswan Ardhi, selaku Project Director Pemuda Menyapa, kegiatan ini lahir dari semangat untuk membawa isu-isu strategis ke tengah pelajar secara ringan namun berdampak
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa pelajar bukan hanya penerima informasi, tapi juga calon pemimpin dan penggerak daerah. Budaya, pariwisata, dan kepemudaan adalah titik masuk yang relevan dengan realitas Kutai Timur,” ujar Riswan.
Andika, selaku Pembina Proyek, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah contoh konkret kolaborasi pemuda dan komunitas dalam menyemai karakter pelajar.
“Kami dorong Forum Duta Budaya agar tak hanya menjadi simbol budaya, tapi menjadi motor penggerak kegiatan edukatif yang nyata dan berdampak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa berjalan seiring dengan promosi budaya dan daerah,” jelasnya.
Para siswa pun menyambut positif kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat dari semangat berdiskusi, bertanya, dan terlibat aktif dalam sesi materi.
“Kegiatan ini menyadarkan saya bahwa meskipun masih SMP, saya tetap punya peran untuk ikut menjaga budaya dan mengenalkan daerah saya ke orang lain,” ujar Ignatia, siswi SMPK Santo Fransiskus Assisi Sangatta.

Kegiatan ini turut didukung oleh berbagai mitra lokal yang peduli terhadap pengembangan pemuda dan pelestarian budaya, yakni:
Insight Borneo, Batik Paku, Raftyka Tailor and Modiste, dan Pancaya Kutai Timur.
Dukungan mereka menjadi bagian penting dari suksesnya penyelenggaraan program ini, baik dalam bentuk kolaborasi logistic dan penampilan busana budaya.
Forum Duta Budaya Kutai Timur berharap Pemuda Menyapa dapat terus menjadi gerakan berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak sekolah dan daerah di masa depan. Program ini bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi tentang menanamkan semangat kepedulian, kebanggaan daerah, dan tanggung jawab sosial sejak bangku sekolah.(IB)

