Insight Borneo.com – Persikutim United, klub sepak bola kebanggaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), resmi memperkenalkan filosofi logo tim yang sarat makna. Tak sekadar simbol, logo ini merepresentasikan identitas daerah, semangat juang, serta harapan besar masyarakat Kutim untuk berprestasi di kancah nasional.
Manajemen Persikutim United, Pandi Widiarto, menjelaskan bahwa nama “Persikutim United” dipilih untuk menegaskan identitas klub sebagai wakil resmi Kutim di dunia sepak bola. Penambahan kata “United” bukan tanpa alasan, karena menjadi simbol persatuan dari berbagai elemen dalam tim—mulai dari pemain, pelatih, hingga para suporter.
“United ini bukan sekadar tempelan. Ini tentang bagaimana semua elemen klub bersatu, dengan semangat sama membawa nama daerah,” kata Pandi.
Logo klub menampilkan kepala singa sebagai ikon utama. Sosok raja hutan itu melambangkan kekuatan, keberanian, dan semangat pantang menyerah. Pandi menyebut bahwa pemilihan singa juga berkaitan erat dengan identitas lokal Kutim.
“Di Kutim ini kan kita punya patung singa sebagai ikon kota. Bahkan nama desa pun banyak yang pakai kata ‘singa’, seperti Singa Gembara dan Singa Gaweh,” tuturnya.
Menambah kesan dinamis, dua sayap putih membentang di sisi kepala singa. Sayap ini menggambarkan kebebasan, kecepatan, serta semangat bermain menyerang—karakter permainan yang ingin diusung Persikutim United.
Yang tak kalah menarik, hadirnya burung enggang emas di dalam logo menjadi penanda kuatnya kearifan lokal. Burung khas Kalimantan Timur ini dikenal sebagai simbol kemuliaan, kebanggaan budaya, dan keagungan adat yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Kutim.
Secara visual, warna emas dan biru mendominasi logo. Warna emas melambangkan kejayaan dan ambisi tinggi klub, sementara biru atau hitam mencerminkan kekuatan, keberanian, dan konsistensi dalam menghadapi persaingan.
Logo juga memuat tulisan “Tuah Bumi Untung Benua”—moto khas daerah Kutim. Frasa tersebut mengandung filosofi mendalam: “Tuah Bumi” berarti berkah dari tanah tempat klub berdiri, sedangkan “Untung Benua” mencerminkan harapan akan kemakmuran dan keberuntungan bagi seluruh masyarakat.
“Makna keseluruhannya, klub ini membawa berkah dan kebanggaan untuk daerahnya,” ujar Pandi.
Logo juga tak lupa menyertakan gambar bola yang terletak di bawah kepala singa. Bola itu, yang dilengkapi sayap, menjadi simbol ambisi Persikutim United untuk terbang tinggi dan bersaing secara kompetitif di level nasional.
Bentuk dasar logo yang menyerupai tameng juga bukan sekadar estetika. Tameng ini menjadi perlambang pertahanan yang kokoh dan kesiapan menghadapi setiap tantangan dengan jiwa petarung.
“Logo ini mewakili semangat kami: bertahan, menyerang, dan terus terbang menuju prestasi,” tutup Pandi.*(IB)

