KUTAI TIMUR– Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman secara resmi membuka Gebyar Koperasi dan UKM Expo Kutim 2025, Sabtu (28/6) malam, di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Kegiatan tahunan yang digelar hingga 29 Juli 2025 ini menjadi ajang promosi dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menyoroti pentingnya peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian. Ia menyebut, jumlah koperasi di Kutim terus meningkat dan tahun depan ditargetkan akan bertambah 141 unit koperasi baru dalam bentuk Koperasi Desa Merah Putih.
“Ini menjadi kewajiban setiap desa untuk membentuk koperasi Merah Putih. Harapannya, koperasi-koperasi ini mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat seiring dengan pertumbuhan ekonomi Kutim,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi dan UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk menembus pasar global. Beberapa produk UMKM Kutim, lanjutnya, telah berhasil diekspor ke sejumlah negara seperti Belgia, Australia, China, dan Singapura.
“Alhamdulillah, meskipun dari sisi agregat masih kecil, tapi sudah ada UMKM kita yang ekspor, dan ini harus kita dorong terus. Dalam waktu dekat juga akan ada ekspor produk Amplang dari Batu Bara ke Malaysia,” bebernya.
Tak hanya fokus pada produk kuliner, Pemkab Kutim juga memanfaatkan Gebyar Expo sebagai ajang mempromosikan produk unggulan seperti batik lokal. Ardiansyah mengapresiasi semangat para perwakilan perangkat daerah yang turut ambil bagian dalam peragaan busana batik khas Kutim yang digelar sebagai bagian dari rangkaian acara.
Di malam pembukaan, perhatian publik juga tertuju pada penampilan band metal asal Garut, Voice of Baceprot (VoB), yang disebut Ardiansyah sebagai “Metallica Indonesia”. Band ini sudah diincar sejak 2023 untuk tampil di Kutim namun baru tahun ini bisa terealisasi.
“Mereka sudah kita undang sejak 2023, tapi baru sekarang bisa datang karena kesibukan mereka di Eropa. Alhamdulillah malam ini bisa tampil untuk membuka Gebyar Expo 2025,” tuturnya disambut tepuk tangan penonton.
Bupati juga mendorong para peserta expo dan pelaku usaha yang hadir agar tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjadikan momen ini sebagai ajang bertukar pikiran, membangun jaringan, serta meningkatkan kualitas produksi masing-masing.
“Saya harap ajang ini bisa jadi ruang belajar bersama untuk tumbuh. Karena dari pelaku-pelaku kecil inilah kita ingin ekonomi rakyat makin kuat,” pungkasnya.*(IB)

